Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

Tuesday, 23 Safar 1441 / 22 October 2019

BBM Satu Harga Hadir di Barat Lampung

Ahad 28 Oct 2018 15:29 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Budi Raharjo

Petugas mengisi premium ke dalam sepeda motor di salah satu SPBU. (ilustrasi)

Petugas mengisi premium ke dalam sepeda motor di salah satu SPBU. (ilustrasi)

Foto: Akbar Nugroho Gumay/Antara
Hingga Oktober, sudah 110 titik BBM Satu Harga yang beroperasi di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina kembali memfasilitasi berdirinya lembaga penyalur BBM Satu Harga di Pekon Gunung Ratu, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat. Sebelumnya, masyarakat harus menempuh jarak sepanjang 61 kilometer (km) menuju SPBU terdekat.

Tidak jarang akhirnya mereka harus membeli dari pengecer dengan harga yang cukup tinggi. Premium bisa mencapai Rp 10.000 dan Solar mencapai Rp 8.000 per liter.

SPBU Kompak 26.348.05 yang diresmikan pada hari ini sudah beroperasi sejak 18 September 2018 lalu. Saat ini, SPBU Kompak di Suoh merupakan titik BBM Satu Harga ketiga yang resmi beroperasi di bawah wilayah Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel.

Peresmian ini dilakukan langsung oleh Ketua Badan Pengalur Hilir (BPH) Migas, M Fanshurullah Asa bersama Manager Retail Fuel Marketing Region II, Putut Andriatno, Bupati Lampung Barat H Rosil Mabsus serta masyarakat Bandar Negeri Suoh. “Dengan beroperasinya SPBU Kompak ini, masyarakat Pekon Gunung Ratu dapat menikmati, menggunakan, dan memenuhi kebutuhan energi bagi kendaraannya dengan harga yang berlaku di Lampung,” ujar Pjs Communication & CSR Sumbagsel, Taufikurachman.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.136 Tahun 2016 tentang Percepatan Pemberlakuan Satu Harga Jenis Bahan Bakar Tertentu (Solar) dan Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (Premium) Secara Nasional, Pertamina ditargetkan mendirikan lembaga penyalur di 150 titik di seluruh Indonesia. Target itu ditetapkan untuk selama 3 tahun atau 2017–2019.

Pada 2017 ditargetkan 54 lokasi, tahun 2018 sebanyak 67 lokasi, dan 29 lokasi pada 2019. Hingga Oktober 2018, total sudah 110 titik BBM Satu Harga yang sudah beroperasi di seluruh Indonesia.

Untuk Sumbagsel, ada empat titik BBM Satu Harga, tiga sudah beroperasi yakni di Enggano, Lalan, dan Suoh. "Kami terus memonitor ketiganya agar penyaluran BBM ke wilayah ini lancar. Satu lagi tugas kami adalah mengoperasikan BBM Satu Harga di Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, kami targetkan selesai tahun ini,” papar Taufik.

Meskipun baru secara resmi ditentukan sebagai titik BBM Satu Harga, SPBU Kompak di Suoh sudah satu bulan beroperasi, sehingga manfaat SPBU Kompak 26.348.05 sudah dinikmati oleh masyarakat. Taufik memaparkan, bahwa total konsumsi di titik BBM Satu Harga di Suoh hingga saat ini sudah mencapai 200 Kilo Liter (KL). Perinciannya, Premium sebanyak 104 KL, Bio Solar 40 KL, Pertalite 48 KL, dan Dexlite 8 KL.

Sementara itu, Manager RFM Region II, Putut Andriatno berharap, dengan beroperasinya SPBU Kompak di Suoh dan dua SPBU Kompak lainnya di wilayah Sumbagsel dapat mengurangi beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan energinya. SPBU ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

“Ini sinergi Pemerintah dan Pertamina untuk masyarakat dapat menikmati keadilan energi sekaligus mendorong roda perekonomian," ujar putut,

"Kami akan selalu memenuhi kebutuhan energi di Sumbagsel dan berharap jangan sampai titik lokasi BBM Satu Harga ini tidak tepat penggunaannya, penggunaan yang tepat itu juga kan untuk kemajuan kita dan saudara kita. Dukungan pemerintah dan semua pihak sangat dibutuhkan agar penggunaan produk yang tepat sasaran dapat terwujud,” kata Putut menambahkan.

Meresmikan langsung Lembaga Penyalur SPBU Kompak 26.348.05, Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengungkapkan harapannya dengan beroperasinya SPBU Kompak di Suoh. “SPBU Kompak dan BBM Satu Harga adalah program nasional sebagai bentuk nyata keadilan energi bagi masyarakat, hari ini khususnya untuk masyarakat Suoh. Mari, kita jaga dan monitor bersama operasional SPBU ini, jangan sampai tidak tepat penggunaannya,” tutupnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA