Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Ketua DPR Minta Pemerintah Kendalikan Harga BBM Jelang Puasa

Selasa 03 Apr 2018 20:16 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (26/3). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp150 dan Rp200 per liter tergantung daerah sejak Sabtu 24 Maret 2018 yang didasari adanya kenaikan harga minyak dunia.

Pengendara motor mengisi kendaraannya dengan BBM jenis Pertalite di SPBU Abdul Muis, Jakarta, Senin (26/3). PT Pertamina (Persero) menaikkan harga BBM jenis Pertalite sebesar Rp150 dan Rp200 per liter tergantung daerah sejak Sabtu 24 Maret 2018 yang didasari adanya kenaikan harga minyak dunia.

Foto: Sigid Kurniawan/Antara
Kenaikan BBM berpotensi mengerek inflasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPR Bambang Soesatyo mengingatkan pemerintah untuk menekan harga bahan bakar minyak (BBM) guna mengantisipasi inflasi tinggi menjelang bulan Ramadhan dan hari Lebaran. Menurut Bamsoet, panggilan Bambang Soesatyo, kenaikan harga BBM telah memicu inflasi Maret 2018 sebesar 0,19 persen. Sedangkan inflasi pada Januari hingga Maret 2018 mencapai angka 0,76 persen.

"Jika pemerintah tidak dapat menekan kenaikan harga BBM, saya khawatir dapat menaikkan angka inflasi," kata Bambang Soesatyo, di Jakarta, Selasa.

Bamsoet, mengkhawatirkan pada bulan Ramadhan dan perayaan Lebaran, harga bahan pangan dan bahan kebutuhan pokok, serta harga minyak dunia naik sehingga, memicu inflasi ganda.

"Harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini merangkak naik mendekati 70 dolar AS per barel, sehingga pemerintah harus dapat mengantisipasi imbasnya di dalam negeri," katanya.

Pemerintah, ia minta melakukan antisipasi kenaikan harga pangan dan BBM secara bersamaan terutama pada bulan April-Juni. Bamsoet menambahkan, pemerintah sebaiknya segera merevisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran BBM.

"Guna menyiapkan stok BBM dalam menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri, agar masyarakat mudah memperoleh BBM," katanya.

Politikus dari Partai Golkar itui mengatakan, upaya menekan laju inflasi tak bisa hanya melalui revisi Peraturan Menteri ESDM, sebab Kementerian Perdagangan dan Bulogpun memiliki peran sentral dalam menekan laju inflasi.

Kementerian Perdagangan dan Bulog, kata dia, harus segera meningkatkan stok persediaan bahan pangan, karena kebutuhan masyarakat terhadap pangan bakal meningkat saat menghadapi Ramadhan dan Lebaran.

"Kemendag juga harus bisa mengendalikan harga eceran tertinggi komoditas pangan terutama cabai dan bawang, karena kedua komoditas itu tidak tahan lama," kata Bamsoet.

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA