Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Kamis, 7 Syawwal 1439 / 21 Juni 2018

Paguyuban Sugeng Beri Pelatihan Meracik Kopi

Ahad 25 Februari 2018 18:54 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Yusuf Assidiq

Pelatihan meracik kopi.

Pelatihan meracik kopi.

Foto: Bowo Pribadi.
Bisnis meracik kopi memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, UNGARAN -- Ragam penyajian kopi, kinimenjadi salah satu bidang bisnis yang kian diminati. Selain bahan baku yang melimpah di dalam negeri, nilai ekonomis dari bisnis ini juga terbilang menjanjikan.

Bidang usaha inilah yang kemudian dibidik oleh Paguyuban Sugeng (PS) atau wadah komunitas pemilik nama Sugeng dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sejumlah daerah lain di Tanah Air.

Selama sehari, mereka mendapatkan pelatihan meracik kopi (barista) di sekretariat Paguyuban Sugeng Jawa Tengah, di kompleks Perumahan Bawen Bukit Permai, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ahad (25/2).

"Sekarang, di kota-kota besar, harga minuman kopi sudah gila bisa mencapai Rp 50 ribu per cangkir. Yang beli pun orang-orang 'gila', gila kopi," kata Sugeng Pujiono, ketua umum PS, yang juga pemateri pelatihan ini.

Ini, jelasnya, menjadikan bisnis meracik kopi memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Bagaimana tidak, hanya bermodalkan air dan bijih kopi serta peralatan yang sebenarnya juga terjangkau, harganya bisa berlipat-lipat lebih tinggi.

Sebagai pelaku bisnis olahan dan racikan kopi di Jawa Barat, ia pun ingin berbagi ilmu guna menumbuhkan semangat wirausaha sekaligus untuk menangkap peluang bisnis kopi yang ternyata tidak sepahit rasanya ini.

Untuk permulaan ini, pengetahuan dan keterampilan barista ini diberikan kepada komunitas pemilik nama Sugeng, yang tergabung dalam PS. Pada saatnya, Sugeng- Sugeng yang telah berhasil juga akan menularkannya kepada masyarakat di luar komunitas SP.

Ia berharap, apa yang dilakukan PS tersebut memberikan kontribusi dalam mencetak wirausahawan baru di negeri ini. Pelatihan ini juga menjadi upaya pemberdayaan ekonomi bagi anggota PS.

Setelah pelatihan barista ini, lanjutnya, puluhan peserta juga akan mendapatkan pelatihan manajemen. Penguatan kapasitas manajerial ini penting agar peserta memiliki kemampuan mengelola usahanya dengan baik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES