Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

Thursday, 19 Zulhijjah 1442 / 29 July 2021

'Bisnis Itu Bukan Bakat dan Pendidikan, tapi Ditularkan'

Kamis 15 Feb 2018 22:45 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Andi Nur Aminah

Dahlan Iskan saat mengisi kuliah umum di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Kamis (15/2)

Dahlan Iskan saat mengisi kuliah umum di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Kamis (15/2)

Foto: Wahyu Suryana/Republika
Menjadi pebisnis yang sukses itu tidak melulu harus dikarenakan bakat bisnis.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menjadi pebisnis dan sukses tidaklah semata-mata ditentukan adanya bakat dan keturunan. Melainkan karena adanya interaksi dengan lingkungan. Hal itu diungkapkan Dahlan Iskan, saat mengisi kuliah umum di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Dahlan menilai, menjadi pebisnis yang sukses itu tidak melulu harus dikarenakan bakat bisnis. Ia lebih berpendapat, menjadi pebisnis terbentuk karena adanya proses penularan bisnis, melalui interaksi dengan lingkungan. "Bisnis itu bukan bakat dan pendidikan, tapi bisnis itu ditularkan," kata Dahlan di Gedung Kertanegara FEB UGM, Kamis (15/2).

Ia memberi contoh, masyarakat keturunan Cina yang sukses menjadi pebisnis itu, nyatanya bukan karena bakat dan keluarga. Dahlan merasa, itu lebih kepada proses penularan bisnis dalam keluarga yang berlangsung intensif.

Proses penularan bisnis itu, bisa dibilang tidak hanya sepenuh hati, melainkan disempurnakan mengingat proses penularan berlangsung selama 24 jam. Proses ini dimulai sejak kecil, semisal setiap pulang sekolah.

Sebab, lanjut Dahlan, biasanya anak-anak itu langsung pergi ke toko milik keluarganya. Ketika toko ramai pengunjung, anak-anak itu membantu kegiatan bisnis yang ada seperti mengambil barang dan melayani pembeli. "Hal-hal seperti inilah yang lebih mewarnai dalam pembentukan bisnis. Jadi jika anda masih merasa tidak berbakat dalam bisnis mungkin saja karena kurang bergaul dengan orang-orang yang menggeluti dunia bisnis," ujar mantan menteri BUMN tersebut.

Untuk itu, ia mengimbau generasi muda agar segera memulai bisnis pada usia muda, dan dapat dimulai tanpa harus menunggu lulus kuliah dulu. Dahlan mengaku selalu menganjurkan agar mau memulai usaha saat usia masih sangat muda.

Karenanya, begitu tertarik bisnis, ia menyarankan agar segera melakukan dan memulailah dari yang kecil terlebih dulu. Dengan begitu, saat alami kegagalan, masih dalam usia muda, sehingga mudah bangkit dan tidak lagi mengalami kegagalan di usia tua.

Menurut Dahlan, tidak banyak orang yang berhasil menjalankan bisnis. Lantaran mencapai kesuksesan memang tidaklah mudah. Ia menekankan, menjadi pebisnis harus memiliki semangat dan tekad yang kuat, serta tidak mudah menyerah. "Jika jatuh sekali saja menyerah berarti bukan wirausaha yang tanggung, kalau jatuh dan mau bangkit lagi berarti anda mempunyai keinginan sangat kuat," kata Dahlan. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA