Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

Jumat, 6 Zulhijjah 1439 / 17 Agustus 2018

HKTI Segera Produksi Drone Pertanian

Rabu 24 Januari 2018 12:10 WIB

Red: Irwan Kelana

Seorang petani menyemprotkan pestisida pada tanaman padi di areal sawah.

Seorang petani menyemprotkan pestisida pada tanaman padi di areal sawah.

Foto: Antara
Harganya Rp 100 jutaan, sehingga kelompok tani bisa membelinya secara kredit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) segera memproduksi drone (pesawat tanpa awak) untuk pertanian. Saat ini pengerjaannya sudah mendekati final. Nantinya drone ini akan dilepas kepada kelompok tani dengan harga terjangkau dan dapat dibeli dengan sistem kredit.

Paling lama dalam dua pekan ke depan prototipe pertama akan memasuki tahap uji coba. “Selanjutnya untuk masa panen Februari-Maret sudah saya minta bisa dipublikasikan untuk umum,” ujar Ketua Umum HKTI, Jenderal (Purn) Moeldoko, di Jakarta, Rabu (24/1).

Mantan panglima TNI ini mengatakan bahwa drone buatan HKTI tersebut nantinya mampu mengangkat beban 20 kilogram. Sedangkan durasi terbangnya bisa mencapai waktu 45 menit.

Menurut Moeldoko, produksi drone tersebut merupakan bagian dari program modernisasi pertanian yang dicanangkan HKTI. “Pembuatan drone ini sebagai pengembangan teknologi tepat guna bagi petani, terutama untuk melengkapi kemajuan pengolahan lahan seperti traktor dan alat pasca panen lainnya,” tutur Moeldoko dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (24/1).

Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) ini menambahkan,  drone HKTI itu nantinya juga didesain untuk dapat melakukan penyemprot pupuk, serta memiliki kamera penginderaan kondisi pertumbuhan tanaman dan penyakit/hama tanaman. Selain itu dilengkapi pula dengan teknologi frekuensi pengusir hama, terutama hama burung.

Drone multiguna itu akan dipasarkan kepada petani dengan harga yang relatif terjangkau. “Harganya sudah saya minta untuk pro-petani,” kata Moeldoko.

“Harganya akan diproduksi murah, sekitar Rp 100 jutaan. Sehingga, kelompok tani mampu membelinya dengan sistem kredit. Kalau untuk anggota HKTI tentunya peran koperasi akan kita dorong mampu mengadakannya untuk kesejahteraan anggotanya,” jelasnya.

Drone atau pesawat tanpa awak mulai banyak diaplikasikan untuk dunia pertanian. Di luar negeri, drone digunakan terutama untuk pertanian dengan lahan skala luas. Seperti lahan gandum, jagung, dan perkebunan anggur.

 

Keterbatasan mata manusia untuk mengawasi hamparan luas, dapat diatasi dengan menggunakan drone berkamera yang dapat menangkap citra dari atas dan memberikan informasi penting mengenai kondisi tanaman dan lingkungan di sekitarnya.

Drone berkamera dapat memantau areal pertanian dalam skala luas dengan lebih akurat dan lebih jelas dibandingkan foto citra satelit. Keakuratan citra bisa disesuaikan berdasarkan kebutuhan dan tingkat kecanggihan alat. Semakin canggih kamera memungkinkan citra atau gambar yang didapat bisa lebih akurat dan jernih.

Moeldoko mengungkapkan, banyak fungsi bisa dilakukan drone untuk pertanian. “Secara umum fungsinya, antara lain, untuk pemantauan kesehatan tanaman, pengawasan pengairan, identifikasi gulma, identifikasi kesuburan tanag, aplikasi penyemprotan nutrisi atau pestisida, serta pemetaan lahan,” paparnya.

Kementerian Pertanian juga sudah menguji coba drone agriculture untuk pemetaan lahan sawah yang ditanami padi di Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (23/1).

"Pemerintah memang perlu menggunakan teknologi modern agar tidak ketinggalan," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ketika menyaksikan uji coba itu.

HKTI  sejak tahun lalu sudah mencanangkan membuat drone pertanian. Rencana tersebut sebagai wujud terobosan dalam proses modernisasi dan inovasi pertanian yang diprogramkan HKTI.

Moeldoko mangatakan, inovasi-inovasi untuk mengembangkan teknologi pertanian antara lain dapat menarik minat pemuda zaman sekarang untuk menekuni dan menerjuni pertanian. Langkah dan terobosan seperti itu dapat menjadi salah satu solusi untuk mengadakan regenerasi petani.

Sebagai langkah konkret dari terobosan itu, antara lain, adalah melakukan pengembangan pesawat drone. “Hal-hal inovatif inilah yang akan dilakukan anak muda untuk sektor pertanian. Biarkan mereka melampiaskan kreativitasnya untuk pertanian. Nanti, mereka akan mencintai pertanian,” papar Moeldoko ketika memberikan pembekalan kepada Pemuda Tani HKTI dan Perempuan Tani HKTI di sekretriat DPN HKTI, Jl Cokroaminoto, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES