Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Beras Impor Masuk Indonesia Secara Bertahap

Selasa 16 Jan 2018 01:04 WIB

Rep: intan Pratiwi/ Red: Indira Rezkisari

Harga Beras Naik. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (11/1).

Harga Beras Naik. Pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta, Kamis (11/1).

Foto: Republika/ Wihdan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan impor beras yang dilakukan pemerintah dengan kuota 500 ribu ton akan dilakukan secara bertahap. Darmin melakukan beras impor ini dibuat bertahap untuk melihat kondisi pergerakan harga.

Darmin mengatakan, beras impor ini masuk ke Indonesia melalui penugasan oleh Bulog. Nantinya, beras tersebut akan masuk ke gudang bulog untuk mengisi stok gudang yang dalam beberapa waktu ke depan terkuras karena operasi pasar. Operasi pasar ini kata Darmin akan dilakukan paling tidak sampai pertengahan Februari.

"Jadi nggak sekaligus datang, ini bertahap. Paling lambat ya pertengahan Februari. Tapi kalau harga nggak turun, kita teruskan sampai akhir Februari. Ketiga, Bulog sudah kami tugaskan untuk menyerap gabah petani pada panen raya ini. Panen raya akan dimulai mugkin belum penuh, pertengahan dan akhir februari. Puncaknya akan terjadi pada April dan Maret. Mei masih ada, tapi nggak sebesar Maret dan April. Bulog akan menyerap itu, berdasarkan aturan," ujar Darmin di Kantornya, Senin (15/1).

Darmin juga meminta kepada Bulog untuk segera mengurus syarat dan administrasi proses impor ini. Darmin mengatakan, Bulog harus bergerak cepat agar bisa menutup kebutuhan masyarakat atas beras.

"Proses impor harus mulai dilaksanakan pada hari ini. Bulog harus segera melakukan persiapan agar beras segera datang. Kan 20 kapal itu nggak mungkin datang sekaligus, tapi bertahap. Nah, ini Bulog harus segera," ujar Darmin.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA