Thursday, 1 Zulhijjah 1443 / 30 June 2022

Kereta Api Logistik Operasikan Stasiun Barang di Karawang

Kamis 21 Dec 2017 19:11 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Pekerja melintas di depan kantor pelayanan pengiriman logistik di kawasan Kereta Api Logistik, Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Kamis (22/1). (Antara/Zabur Karuru)

Pekerja melintas di depan kantor pelayanan pengiriman logistik di kawasan Kereta Api Logistik, Stasiun Kampung Bandan, Jakarta Utara, Kamis (22/1). (Antara/Zabur Karuru)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Api Logistik (KALOG) resmi mengoperasikan Stasiun Terminal Barang Klari, Karawang. Dengan dibukanya stasiun tersebut, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) itu membuka konektivitas layanan angkutan barang berbasis kereta api ke kawasan.

"Pengoperasian Stasiun Terminal Barang Klari ditandai dengan pemberangkatan rangkaian KA Kontainer relasi Klari-Kalimas dengan stamformasi 20 GD atau setara dengan 40 TEUs," kata Direktur Utama Kereta Api Logistik Junaidi Nasution, Kamis (21/12).

Junaidi menjelaskan faktor kemudahan akses dan waktu tempuh merupakan kunci utama bagi kelancaran rantai logistik. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, lanjut dia, KALOG menghubungkan angkutan barang berbasis kereta api ke kawasan industri melalui Stasiun Terminal Barang Klari.

Stasiun tersebut menurutnya akan melayani beberapa daerah bisnis industri yang strategis. " Stasiun Terminal Barang Klari akan melayani Cikarang, Karawang, Cikampek, Purwakarta, dan sekitarnya," jelas Junaidi.

Dia menilai stasiun tersebut berada di pusat titik kawasan Industri dengan menawarkan kemudahan akses. Junaidi menegaskan, stasiun tersebut juga akan berdampak positif pada efektivitas dan efisiensi.

Dengan potensi sekitar 2.000 TEUs perbulan, Junaidi berharap bisa semakin berdampak positif untuk pelayanan kereta barang. "Diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perusahaan khususnya pada layanan kereta api Kontainer," tutur Junaidi.

Sementara itu, Direktur Operasi dan Pemasaran KALOG Sugeng Priyono memproyeksikan stasiun tersebut akan menjadi transhipment layanan ke berbagai relasi rute. Beberapa diantaranya seperti Bandung, Cilegon, Semarang, Surabaya, dan sekitarnya.

Sugeng menjelaskan stasiun tersebut akan menghubungkan titik-titik layanan yang tersedia. "Sehingga menawarkan beragam pilhan relasi untuk memenuhi masing-masing kebutuhan pelaku usaha," kata Sugeng.

Dengan luas 18.681 meter persegi (m2) , saat ini Stasiun Terminal Barang Klari memiliki fasilitas container yard dengan kapasitas lebih dari 400 Teus. Untuk selanjutnya akan dikembangkan menjadi 1.000 TEUs pada tahun 2018.

Stasiun terminal barang Klari juga dilengkapi dengan fasilitas overcaping yang terhubung langsung dengan jalur kereta dan memungkinkan kegiatan bongkar-muat. Dengan begitu akan menekan risiko kerusakan barang akibat faktor cuaca. 

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA