Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Masyarakat Jabar, Antusias Ikuti Festival Ekonomi Syariah

Senin 04 Sep 2017 02:21 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan

Festival ekonomi syariah (ilustrasi)

Festival ekonomi syariah (ilustrasi)

Foto: Dewi Fajriani/Antara

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Animo masyarakat Jabar antusias mengikuti Festival Ekonomi Syariah (Fesyar). Menurut Kepala Bank Indonesia Jabar, Wiwiek Sisto Widayat, minat masyarakat Jabar untuk mengikuti event ini sangat luar biasa.

Hal itu terlihat, dari peserta yang mendaftar berasal dari 27 kabupaten/kota di Jabar semua mengirimkan wakilnya. Bahkan, jumlah pesertanya mencapai 350 orang.

"Bahkan, jumlah peserta yang mendaftar melebihi target yang ditetapkan panitia," ujar Wiwiek kepada wartawan usai acara Penutupan Fesyar, Ahad (3/9).

Wiwiek berharap, tingginya minat masyarakat mengikuti event Fesyar ini bisa berpengaruh signifikan terhadap minat masayarakat dalam meningkatkan ekonomi syariah di Jabar. Melalui rangkaian lomba ini, ia berharap ke depan semua peserta bisa menjadi agen syariah dan mendorong perekonomian syariah.

Wiwiek mengatakan, tujuan utama dari kegiatan Fesyar adalah agar pengembangan ekonomi syariah dapat dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Yakni, melalui edukasi dan sosialisasi produk keuangan syariah bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga sebagai ajang mempromosikan dan mendekatkan produk dan jasa umkm industri kreatif dan ketahanan pangan berbasis syariah kepada masyarakat.

"Kegiatan ini, merupakan upaya kami mengenalkan dan mendorong ekonomi syariah," katanya.

Perekonomian syariah, kata dia, memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional. Nantinya, diharapkan bisa menjadi solusi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi dengan berbagai institusi pusat maupun daerah termasuk Bank Indonesia. Salah satunya, melalui kegiatan ISEF (indonesia shari'a economic forum) yang digelar sejak 2014 untuk mengenalkan bentuk kegiatan ekonomi dan produk keuangan syariah.

"Kami berharap bisa menjadikan indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah global," ucapnya.

Menurut Wiwiek, dalam rangka menyukseskan ISEF 2017 yang akan diadakan November 2017 di Surabaya, maka seluruh Kantor  perwakilan bank Indonesia yg tersebar di 34 provinsi secara serentak menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah.

Untuk regional kawasan timur Indonesia, kata dia, di pusatkan di Makassar, regional Sumatera di Medan dan regional Jawa dipusatkan di Bandung. Yakni dengan mengusung tema "mendorong peran ekonomi syariah dalam rangka penguatan ekonomi regional".

Sementara menurut Ketua Pelaksana Fesyar, Ismet Inono, besarnya animo peserta justru datang dari masyarakat di luar Kota Bandung. Yakni, dari 350 sebanyak 260 peserta berasal dari luar Kota Bandung. Adapun lomba yang digelar di Fesyar Jabar meliputi lomba kaligrafi, lomba dai cilik, lomba kesenian bernuansa islami, pemilihan entrepreneur muda syariah, dan pemilihan duta ekonomi syariah.

"Pada 13 - 15 September 2017 nanti Fesyar di Pusdai Bandung, akan diikuti oleh seluruh BI se-jawa, yang pesertanya merupakan pemenang dari lomba pada Fesyar 2017 tingkat Provinsi Jabar ini," katanya.

Kegiatan Grand Final Fesyar 2017 tingkat provinsi Jawa Barat, kata dia, akan menghasilkan 5 finalis pada masing masing katagori perlombaan.

Kepada pemenang mendapatkan hadiah  berupa piala dan uang tunai masing-masing : Juara 1 mendapatkan Rp 4 juta, Juara 2 mendapatkan Rp 2 juta, dan Juara 3 mendapatkan Rp 1 juta.

Selanjutnya, kata dia, juara 1 masing masing lomba akan mewakili Provinsi Jawa Barat dalam perlombaan bernuansa islami pada Fesyar 2017 Tingkat Regional Jawa, yang mempertemukan juara masing masing provinsi di pulau Jawa.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA