Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Thursday, 17 Syawwal 1440 / 20 June 2019

Harga Garam di DIY Naik Dua Kali Lipat

Rabu 26 Jul 2017 16:06 WIB

Rep: Neni Ridarineni/ Red: Fernan Rahadi

garam

garam

Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Harga garam di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melonjak drastis. Kenaikan harga salah satu kebutuhan pokok tersebut mengagetkan masyarakat.  "Benar-benar syok  saat harga garam melonjak drastis dari harga Rp 4.000 satu pak tiba-tiba menjadi Rp 7.500 per pak hanya dalam hitungan jam," kata pengusaha ayam ungkep, Siti Rohmani, kepada Republika, Selasa (25/7).

Menurut Ani, panggilan akrab Siti Rohmani, kenaikan harga garam tersebut sudah terjadi sejak bulan Ramadhan, Idul Fitri, sampai sekarang. "Kenaikannya  bertahap tetapi dalam waktu singkat. Awalnya Rp 4.000 ribu, terus merangkak naik jadi Rp 4.500. Lalu dalam dua hari tiba-tiba menjadi Rp 7.500. Saya beli di Pasar Tlogorejo Sleman," katanya.

Sementara itu, di Pasar Gamping, Sleman, besar kenaikannya juga sama. "Ini garam kotak yang dipakai masyarakat umum dan para pedagang makanan. Sejak buka usaha ayam ungkep enam tahun yang lalu, kenaikan garam yang drastis ini baru pertama kali saya alami," ungkapnya.

Ani mengaungkapkan, biasanya harga garam selalu stabil. Ia mengungkapkan dirinya biasanya membeli garam rata-rata delapan pak sepekan. "Dengan harga Rp 7.500 per pak berarti dalam seminggu  Rp 60 ribu hanya untuk garam.  Ya baru kali ini kenaikannya tidak sampai sebulan langsug drastis

Ia pertama kali mengetahui kenaikan harga garam Senin (24/7) siang, saat ia tanpa sengaja melihat berita bahwa stok garam di gudang habis. "Ini tidak wajar ya. Apa kendala yang terjadi  sampai stok habis? Negara maritim //kok// kehabisan garam," ujarnya.  

 Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yuna Pancawati membenarkan adanya kenaikan garam. "Baru saja saya memantau di Pasar Beringharjo Yogyakarta harga garam naik dua kali lipat karena stok berkurang," kata Yuna kemarin.

Dikatakannya, yang ada hanyalah garam dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Garam dari Madura dan Semarang tidak ada karena pengaruh cuaca atau hujan, sehingga banyak petani garam tidak bisa panen. Meskipun demikian, stok garam masih ada. Ia mengungkapkan untuk harga garam bata sekarang Rp 12 ribu dan garam krosok Rp 8.000. 

Secara terpisah Wakil Gubernur DIY Sri Paku Alam X berharap semoga permasalahan garam cepat selesai. "Kita cari akar permasalahan, apa permainan atau tidak. Hendaknya hal itu dievaluasi dari pemerintah, ada apa sebetulnya, karena permasalahannya selalu berulang," tuturnya.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA