Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sekjen Kemenhub Tinjau Terminal Pulogebang

Rabu 28 Jun 2017 19:18 WIB

Red: Bilal Ramadhan

Sejumlah bus terparkir di Terminal Terpadu Pulo Gebang yang terletak di Jakarta Timur, Kamis (8/6). Jelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2017, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menemukan 220 bus angkutan lebaran yang dinyatakan tidak layak jalan saat melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) untuk bus angkutan lebaran.

Sejumlah bus terparkir di Terminal Terpadu Pulo Gebang yang terletak di Jakarta Timur, Kamis (8/6). Jelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2017, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menemukan 220 bus angkutan lebaran yang dinyatakan tidak layak jalan saat melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan (ramp check) untuk bus angkutan lebaran.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Perhubungan Sugihardjo pada hari Rabu (28/6) melakukan peninjauan di Terminal Pulogebang yang berlokasi di Jakarta Timur. Dalam tinjauan tersebut, dia sempat mengecek salah satu loket PO bus yang ada di terminal itu, yakni PO Sinar Jaya.

Di loket tersebut, dia mengecek satu persatu tiket yang dijual. "Saya ingin melihat sekaligus memastikan apakah tiket-tiket yang dijual itu resmi atau tidak, melanggar aturan atau tidak," kata Sugihardjo di Terminal Pulogebang, Jakarta Timur, Rabu (28/6).

Menurut dia, setiap lembar tiket yang dijual kepada konsumen harus distempel terlebih dahulu. Stempel yang dimaksud adalah stempel yang bertuliskan harga tiket tersebut. "Semua tiket harus ada stempelnya. Tidak boleh ditulis tangan. Kalau tidak ada stempel, tidak usah naik. Ini melanggar undang-undang perlindungan konsumen. Jadi, konsumen yang dirugikan," ujar Sugihardjo.

Selain stempel, dia menuturkan tiket bus juga dianggap tidak melanggar aturan apabila sesuai dengan tarif batas bawah atau tidak melebihi tarif batas atas. "Tarif sudah ada aturannya. Ada tarif batas bawah, ada tarif batas bawah. Tarif itu berbeda-beda untuk setiap kelas, ekonomi, eksekutif dan lain-lain. Disini, kami terus mengecek tarif-tarif yang diberlakukan oleh operator. Jangan sampai ada yang melebihi batas," tutur Sugihardjo.

Lebih lanjut, dia pun menegaskan apabila ada operator yang terbukti melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut, maka akan segera dikenakan sanksi tegas. Selain PO Sinar Jaya, dalam kesempatan tersebut, dia juga menyempatkan diri untuk mengecek tiket-tiket yang dijual oleh beberapa PO bus lainnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA