Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Senin, 11 Syawwal 1439 / 25 Juni 2018

Kementan: Pasokan Cabai dan Bawang Merah Surplus

Rabu 21 Juni 2017 10:04 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Nur Aini

Seorang pembeli memilih cabai merah keriting di pasar tradisional di Mamuju, Sulawesi Barat, rabu (24/5). Menurut pedagang setempat menjelang Ramadan harga sembako mulai naik, di antaranya cabai merah besar dari harga Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Seorang pembeli memilih cabai merah keriting di pasar tradisional di Mamuju, Sulawesi Barat, rabu (24/5). Menurut pedagang setempat menjelang Ramadan harga sembako mulai naik, di antaranya cabai merah besar dari harga Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Foto: Akbar Tado/Antara

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pasokan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah mengalami surplus hingga dua bulan ke depan. Kondisi ini diyakini membuat tidak akan terjadi gejolak harga akibat minimnya jumlah produksi.

Hal tersebut disampaikann Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Sri Wijayanti, Selasa (20/6). Harga cabai merah keriting terendah di tingkat petani berada di Lombok, yakni Rp 5.000 per kilogram (kg). Sementara harga tertinggi di Yapen (Papua), sebesar Rp 50 ribu. Harga jual di Pasar Induk Kramat Jati per 19 Juni adalah Rp 16 ribu per kg.

Cabai merah besar bisa didapat konsumen dengan harga Rp 18 ribu per kg di Pasar Kramat Jati. Untuk komoditas ini, harga terendah di tingkat petani berada di Asahan (Sumatera Utara) yakni Rp 4.000 per kg dan harga jual tertinggi di Kupang (NTT) sebesar Rp 45 ribu per kg.

Harga cabai rawit merah terendah di tingkat petani per 19 Juni yakni di Bantaeng (Sulawesi Selatan) dengan harga Rp 12 ribu per kg. Harga jual di tingkat petani tertinggi sebesar Rp 80 ribu per kg di Yapen. Sementara harga yang dijual di Pasar Kramat Jati Rp 25 ribu per kg.

"Harga yang stabil menandakan produk di sentra utama ada. Mudah-mudahan harga terus tidak bergejolak hingga Agustus," katanya.

Begitu juga dengan bawang merah yang surplus. Angka prognosa surplus pada Juni sebesar 9.000 ton dan 16 ribu ton tiap bulannya pada Juli dan Agustus. Pasokan cukup banyak pada dua bulan tersebut dikarenakan bertepatan dengan puncak panen. "Kita akan benar-benar minta Bulog amankan produksi di petani," ujar dia.

Sementara itu, ekspor bawang merah mulai dilakukan pada Juli-Agustus-September. Beberapa negara tujuan ekspor yakni Vietnam, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia dan Taiwan.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Inggris Bantai Panama 6-1

Ahad , 24 Juni 2018, 20:58 WIB