Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Jam Operasional Bandara Diperpanjang Mulai H-10 Lebaran

Jumat 16 Jun 2017 13:00 WIB

Red: Nidia Zuraya

Bandara Soekarno-Hatta

Bandara Soekarno-Hatta

Foto: Republika

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberlakukan perpanjangan jam operasional seluruh bandara selama masa angkutan Lebaran 2017 atau 27 hari mulai H-10 hingga H+15.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (16/6), mengatakan bandara besar beroperasi 24 jam, sementara untuk bandara lainnya beroperasi hingga pukul 24.00. "Bandara-bandara besar beroperasi 24 jam dan bandara lainnya hingga pukul 24.00, kami sudah perintahkan kepada 'stakeholder' layanan transportasi udara," katanya.

Tujuh bandara tersebut, di antaranya Bandara Internasional Soekarno-Hatta-Tangerang, Bandara Halim Perdanakusuma-Jakarta, Bandara Internasional Kualanamu-Medan, Bandara Internasional Juanda-Surabaya, Bandara Internasional Ngurah-Rai-Denpasar, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin-Makassar, dan Bandara Sam Ratulangi-Manado.

Sedangkan, bandara yang beroperasi hingga pukul 24.00, contohnya Bandara Adi Sutjipto-Yogyakarta dan Bandara Adi Sumarmo-Solo. Terdapat 35 bandara di seluruh Indonesia yang disiapkan untuk operasi Lebaran 2017, rinciannya 28 bandara domestik dan tujuh bandara internasional.

Agus mengatakan perpanjangan jam operasional tersebut seiring dengan banyak penerbangan tambahan untuk memfasilitasi kebutuhan penumpang. Dia menyebutkan jumlah penerbangan tambahan, yaitu sudah mencapai 454 penerbangan domestik dan 122 penerbangan internasional.

Terkait kesiapan sarana dan prasarana, Agus mengatakan pihaknya sudah melakukan uji kelaikan (ramp check) sebanyak 532, bahkan telah disiapkan sebanyak 651 pesawat untuk memenuhi kapasitas penumpang sebanyak 6,7 juta orang selama periode Lebaran 2017.

Agus menambahkan perpanjangan jam operasional tersebut juga untuk menghindari potensi keterlambatan penerbangan diakibatkan kepadatan pergerakan pesawat. "Kalau diperpanjang satu jam saja sudah bisa menampung 30 pergerakan, kalau ditambah tiga jam sudah 90 pergerakan," katanya pula.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA