Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Rabu, 19 Sya'ban 1440 / 24 April 2019

Ekspor Susu ke Myanmar Dorong Ekonomi Boyolali

Rabu 03 Mei 2017 16:54 WIB

Red: Mansyur Faqih

Wakil Bupati boyolali, M Said Hidayat memecahkan kendi dalam pelepasan perdana ekspor susu ke myanmar didampingi Head of Manufacturing So Good, Roy Heru Wibowo.

Wakil Bupati boyolali, M Said Hidayat memecahkan kendi dalam pelepasan perdana ekspor susu ke myanmar didampingi Head of Manufacturing So Good, Roy Heru Wibowo.

Foto: istimewa

REPUBLIKA.CO.ID, Indonesia melalui PT So Good Food Indonesia (So Good) mulai mengekspor susu Real Good ke pasar ASEAN. Pelepasan ekspor perdana dilakukan oleh Wakil Bupati Boyolali, M Said Hidayat di pabrik susu Real Good di Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (3/5).

"Ekspor ini merupakan langkah penting untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di Boyolali. So Good menyerap sebagian besar susu dari KUD dan tenaga kerjanya 70 persen dari masyarakat sekitar," kata Said.

Apreasiasi senada juga datang dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementrian Pertanian, I Ketut Diarmita. Menurutnya, keberhasilan So Good untuk masuk ke pasar Myanmar merupakan salah satu bukti bahwa Indonesia diakui dari segi keamanan dan kualitas produk susu di pasar internasional. 

"Mengekspor produk susu bukanlah hal yang mudah, karena selain harus menghadapi persaingan global dengan negara produksen susu Eropa, Amerika, New Zealand, dan Australia yang dikenal menghasilkan susu kualitas tinggi, juga harus sesuai dengan peraturan Perdagangan Internasional (WTO) dan harus sesuai dengan standar SPS (Sanitary PhythoSanitary) negara pengimpor serta memenuhi persyaratan jaminan keamanan pangan internasional (Codex Alimentarius)," ungkap Diarmita. 

So Good merupakan produk susu kemasan dalam kemasan tetrapack dengan bentuk bantal. Setelah lebih dari 11 tahun, kini susu dengan merek Real Good itu akan dikenalkan di Myanmar sebagai langkah pertama untuk masuk di pasar ASEAN. 

"Ekspor akan dipenuhi dari pabrik di Boyolali. Produk susu yang dieskpor diproses dengan proses UHT (ultra high temperature) dan susu segarnya merupakan hasil sinergi dengan KUD setempat," ujar Roy Heru Wibowo, head of manufacturing So Good saat peluncuran perdana eskpor susu Real Good. 

Dalam keterangannya, Roy menjelaskan, produk susu tersebut dikemas dalam kemasan tetrapack yang hiegenis dan modern. Kemasan tersebut memungkinkan produk akan terjaga kualitasnya sehingga bisa bertahan dalam suhu ruangan selama enam bulan. 

"Ekspor ini merupakan tonggak awal PT So Good untuk menembus pasar mancanegara. Upaya ini juga merupakan bagian untuk mempromosikan produk Indonesia sehingga dapat dikenal di mancanegara," kata dia.

Roy menambahkan, ekspor tersebut tidak hanya mendorong dikenalnya produk dalam negeri, tetapi juga peluang untuk meningkatkan kesejahteraan peternak sapi perah di Indonesia, khususnya di Boyolali. Ini lantaran ekspor yang dilakukan So Good sepenuhnya didukung oleh produksi susu petani di Boyolali dan sekitarnya. 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA