Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Mengolah Sampah Jadi Sumber Energi

Rabu 18 Jan 2017 13:30 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Pertemuan Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Lingkungan Jepang Tadahiko ITO, Selasa (17/1).

Pertemuan Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Lingkungan Jepang Tadahiko ITO, Selasa (17/1).

Foto: KLHK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Negara Jepang (Ministry of Environment Japan/MoEJ) mengolah sampah menjadi sumber energi terbarukan. Kerjasama pemanfaatan teknologi lingkungan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) menjadi agenda utama pertemuan Menteri LHK Siti Nurbaya dan Menteri Lingkungan Jepang Tadahiko ITO, Selasa (17/1).

PLTSa dikenal sebagai teknologi unggul dari Jepang dalam pengolahan limbah sampah menjadi energi. Selama ini implementasi pemanfaatan energi dari sampah masih menemui kendala, yaitu belum adanya teknologi yang signifikan terkait pemanfaatan energi dari sampah. Setiap tahunnya, Indonesia menghasilkan lebih dari 64 juta ton sampah.

Denmark Bantu Edukasi pada Peringatan Hari Peduli Sampah

“Kerjasama PLTSa ini selain sebagai salah satu solusi dalam mengatasi limbah sampah, juga diharapkan dapat sebagai alat edukasi bagi masyarakat dalam penanganan sampah dan pemanfaatan sampah. Edukasi publik yang dimaksud yaitu bagaimana cara mengurangi, memilah, dan mengolah sampah," ujar Siti.

Dalam kerjasama PLTSa, akan dirumuskan pedoman teknis, model bisnis, model investasi, kerangka regulasi, dan materi edukasi publik. Kerjasama ini juga sangat penting untuk didukung semua stakeholder seperti Pemda, swasta, dan masyarakat.

Antusiasme MoEJ dalam menyambut kerjasama ini sangat baik, Mr. Tadahiko ITO (MoEJ) menyampaikan akan memberikan dukungan penuh terkait penyusunan pedoman PLTSa, pembuatan model PLTSa, peningkatan kapasitas, dan bantuan tim supervisi yang melibatkan tenaga dari Jepang. Sebagaimana kota Surabaya yang telah menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah, maka target selanjutnya dalam pengelolaan sampah diharapkan dapat dijalankan untuk kota-kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Solo, Tangerang, Makassar, dan Manado.

Dalam waktu dekat Indonesia akan merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada 21 Februari 2017. Indonesia juga ditunjuk sebagai lokasi Global Cleansing Champion Country oleh UNEP. Berbagai kegiatan di bulan Februari yang akan dilaksanakan terkait HPSN, yaitu kampanye, workshop, dan aksi peduli sampah.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA