Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Tuesday, 1 Ramadhan 1442 / 13 April 2021

Produktivitas Padi Kabupaten Bantaeng Tertinggi Selama 10 Tahun

Sabtu 30 Apr 2016 22:24 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Panen padi di kabupaten Bantaeng.

Panen padi di kabupaten Bantaeng.

Foto: Kementan

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Produktivitas padi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan pada musim panen Maret-April 2016 mencapai 9,4 ton gabah per hektare (ha). Pencapaian ini tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Hal ini  disampaikan pada saat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman melakukan serangkaian kegiatan Panen dan Serap Gabah di Desa Rappoa, Kecamatan Pa’jukkukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (29/4).
 
Menteri yang Didampingi oleh Pangdam VII Wirabuana Mayjen Agus Surya Bakti dan Bupati Kabupaten Bantaeng M Nurdin Abdullah, melakukan panen di lahan seluas 230 ha. Menyan mengapresiasi capaian angka produktivitas yang tinggi. Untuk mengantisipasi anjloknya harga saat panen raya, Mentan meminta Bulog utuk membeli seluruh gabah yang ada di Kabupaten Bantaeng dengan harga yang wajar.

“Saya minta Bulog jangan beli gabah petani di Kabupaten Bantaeng di bawah Rp 3.700," ujar Mentan.

Dalam kunjungannya Mentan juga memberikan bantuan pompa sebanyak 20 unit untuk membantu petani mencukupi pasokan air dari sungai dalam memenuhi kebutuhan air untuk  lahan seluas seribu ha.

Melalui Gerakan Panen Serap Gabah Harga Stabil, Kementan, TNI, Pemerintah Daerah, dan Bulog bekerjasama menggerakkan aparat, penyuluh dan petani untuk mengantisipasi anjloknya harga gabah di tingkat petani saat panen raya. Di Sulawesi Selatan, Gerakan Panen Serap Gabah Harga Stabil telah dimulai sejak awal musim panen bulan Maret lalu, yang dipusatkan di Kabupaten Takalar dengan inti acara pembelian Gabah oleh Bulog dari petani. Luas wilayah lahan untuk tanaman padi di Kabupaten Banteng mencapai 7.829 ha.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA