Wednesday, 10 Rajab 1444 / 01 February 2023

Dana Replanting Kebun Sawit Rakyat Mulai Disalurkan

Selasa 05 Apr 2016 12:43 WIB

Rep: Sonia Fitri/ Red: Nidia Zuraya

Perkeja mengangkat kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Perkeja mengangkat kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Foto: Antara/Sahrul Manda Tikupadang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit mulai menggelontorkan dana peremajaan (replanting) perkebunan sawit. Penggelontoran dana dibarengi dengan memfasilitasi pelaksanaan kerja sama koperasi petani, perbankan dan perusahaan sawit dalam bentuk nota kesepahaman, Selasa (5/4).

"Kita akan urus administrasinya paling lama sepekan atau 10 hari, lalu uang akan langsung ada di tangan petani replanting," kata Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Bayu Krisnamurti dalam acara Penandatanganan Persetujuan Bantuan Peremajaan Kebun Sawit Rakyat di Ruang Pertemuan Gedung Pusat Informasi Agribisnis, Kementerian Pertanian (Kementan), Selasa (5/4).

Sejumlah koperasi yang menerima bantuan peremajaan di antaranya Koperasi Unit Desa (KUD) Mulus Rahayu yang berlokasi di Desa Delima Jaya Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, Riau. Koperasi bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri serta dukungan teknis dan kesepakatan pembelian hasil oleh PT Indo Sawit Subur yang merupakan bagian dari Asian Agri Grup.

Kebun yang diremajakan, lanjut Bayu, yakni areal eks-plasma seluas 270 hektare (ha) milik gabungan 135 kepala keluarga petani. "Nilai pembiayaan peremajaan disepakati Rp 16,48 miliar atau sekitar Rp 61 juta per ha selama sebelas tahun," tuturnya.

BPDP menggelontorkan dana Rp 6,75 miliar atau 25 juta per ha atau sekitar 41 persen dari total pembiayaan dan bersifat hibah.  Penerima bantuan selanjutnya yakni Koperasi Sawit Mandian Jaya yang berlokasi di Desa Bandar Padang dan Desa Bukit Meranti Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Koperasi bekerja sama dengan BRI Agro serta dukungan teknis dan kesepakatan pembelian hasil oleh PT Smart TBk yang merupakan anak perusahaan Sinar Mas Grup.

Kebun yang diremajakan yakni milik 200 kepala keluarga petani swadaya di atas lahan seluas 400 ha. Nilai kredit yang disepakati yakni Rp 24,7 miliar atau 61,7 juta per ha selama 13 tahun. BPDP Kelapa Sawit membantu dana Rp 10 miliar alias sekitar Rp 25 juta per ha atau 40,5 persen dari total pembiayaan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 

BERITA TERKAIT

 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA