Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Selasa, 23 Safar 1441 / 22 Oktober 2019

Rupiah terpuruk

Rupiah Melemah, Pemerintah Perlu Cari Solusi Jangka Pendek

Kamis 27 Agu 2015 04:00 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Erik Purnama Putra

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Agung Pambudi mengatakan, pemerintah harus bisa mencari solusi jangka pendek untuk menyelesaikan masalah pelemahan rupiah. Pasalnya saat ini kondisi fundamental ekonomi Indonesia sudah semakin menurun dan rapuh.

Menurut Agung, BI sebaiknya jangan terjebak untuk menaikkan atau menurunkan suku bunga untuk menguatkan rupiah. Sebaiknya, suku bunga dibiarkan pada kondisi seperti ini karena apabila diubah maka dapat menjadi pukulan.

"Kalau suku bunga dinaikkan atau diturunkan maka agar perputaran duitnya tidak semakin cepat, karena kalau itu terjadi maka akan menjadi pukulan bagi kita," ujar Agung kepada Republika, Rabu (26/8).

Selain itu, solusi jangka pendek lainnya yang bisa dilakukan oleh pemerintah yakni menjaga leadership. Menurut Agung, dalam kondisi yang rentan seperti ini pemerintah harus kompak untuk menjaga efek psikologis yang muncul. Apabila hal ini tidak dijaga, maka akan memberikan sinyal negatif.

"Antara presiden, wakil presiden, dan para menterinya perlu kesatuan bahasa, apabila tidak kompak maka akan cepat menyebar spekulasi terhadap dolar," kata Agung.

Dengan kondisi pelemahan rupiah ini, otomatis beban utang akan lebih besar. Karena itu, pemerintah perlu menjaga leadership agar investasi tetap tumbuh. Agung mengatakan, pertumbuhan investasi tidak berdampak terhadap pelemahan rupiah namun kepastian regulasi di dalam negeri. Mulai dari proses perizinan, akses lahan, biaya logistik, dan biaya energi.

Sementara itu, untuk jangka panjang pemerintah perlu memperbaiki struktur industri di dalam negeri. Pasalnya, bahan baku industri di Indonesia sebagian besar masih bergantung pada impor sedangkan peningkatan hasil untuk ekspor masih belum signifikan. Dengan demikian, pelemahan rupiah belum bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekspor.

Agung mengatakan, dengan pelemahan rupiah ini pelaku industri mulai melakukan efisiensi yakni dengan tidak memperpanjang kontrak tenaga kerja lepas dan mengurangi jumlah shift. Selain itu, sudah ada beberapa pabrik yang gulung tikar dan merumahkan karyawannya. Menurut Agung, Apindo bersama dengan asosiasi pengusaha lainnya sudah menyampaikan berbagai macam usulan kepada presiden maupun wakil presiden agar permasalahan ekonomi di Indonesia bisa segera diatasi.

"Kami akan terus follow up dan pemerintah harus bisa menyelesaikan ini lewat solusi jangka pendek, karena kuncinya ada di pemerintah," ujar Agung.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA