Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Ramadhan 2015

Makanan tak Layak Beredar, Muhammadiyah Peringatkan Pedagang

Kamis 25 Jun 2015 12:09 WIB

Rep: c93/ Red: Indah Wulandari

Sidak makanan kedaluwarsa/ilustrasi

Sidak makanan kedaluwarsa/ilustrasi

Foto: pinoyexpat.net

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Peredaran makanan kedaluwarsa dan rusak menjelang Lebaran selalu berulang kali terjadi.

"Kita sangat menyesalkan masih banyaknya beredar produk-produk ilegal berupa biskuit, wafer, permen serta banyaknya pangan kedaluwarsa dan rusak yang meliputi minuman berperisa, bumbu masak, ikan dalam kaleng, mie instan, dan lain-lain," kata Bendahara Pengurus Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas, Kamis (25/6).

Maka, ia mengimbau para produsen dan pedagang tidak melulu bersikap pragmatis dan berorientasi mencari keuntungan. Tetapi, mereka tetap harus memperhatikan ketentuan-ketentuan yang berlaku serta menghormati hak-hak konsumen.

Anwar berpendapat, jika semua itu tidak diperhatikan, maka dampaknya jelas akan sangat merugikan negara dan masyarakat luas. Oleh sebab itu, para pelaku usaha harus menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dari agama dan etika bisnis.

"Lebih berbahayanya, ternyata masih banyak juga para pedagang yang menggabungkan produk yang haram dengan produk-produk yang halal. Juga masih banyaknya beredar makanan yang mengandung formalin yang tentu saja akan sangat merusak kesehatan masyarakat," tambah Anwar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA