Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Wednesday, 16 Syawwal 1440 / 19 June 2019

Korban Berjatuhan, DPR Desak Audit Teknis Jalan Tol Cipali

Sabtu 20 Jun 2015 15:02 WIB

Red: Taufik Rachman

Tol Cipali diharapkan memecah kemacetan di jalur Pantura.

Tol Cipali diharapkan memecah kemacetan di jalur Pantura.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Wakil Ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia menginginkan audit teknis terkait keselamatan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) segera dilakukan mengingat telah terjadi lima kecelakaan sejak diresmikan operasionalisasinya.

"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat harus segera melakukan audit teknis terkait keselamatan di tol ini (Cipali)," kata Yudi Widiana dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Yudi, audit itu penting dilakukan agar pada saat masa mudik lebaran mendatang, ruas Tol Cipali benar-benar dalam kondisi yang aman dan nyaman untuk dilalui oleh para pemudik.

Ia memaparkan, audit teknis perlu dilakukan mengingat sejumlah keadaan misalnya kondisi tanah yang belum stabil, datangnya arah angin, sudut tikungan, dan jalan bergelombang.

Bila semua hal tersebut telah diketahui, lanjutnya, maka dapat dipasang sejumlah rambu yang semestinya untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan.

Selain itu, ujar dia, pihak terkait juga dinilai perlu segera melengkapi Tol Cipali dengan fasilitas pendukung antara lain sarana penerangan dan kawasan istirahat.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk waspada melintasi jalan tol Cikopo-Palimanan sejauh 116,7 kilometer yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo, 13 Juni lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Djoko Sasono dalam konferensi pers "Kesiapan Pemerintah dalam Penyediaan Bahan Pokok dan Produk Pertanian serta Angkutan Lebaran 2015" di Jakarta, Jumat (19/6), mengklaim kecelakaan tol Cipali disebabkan oleh banyak faktor di antaranya kondisi psikologis pengemudi.

"Kami minta dari para pemudik untuk mengecek ban dan mesin sebelum berkendara, selain itu tentu saja faktor psikologis, capek, lelah dan sebagainya," katanya.

Terkait koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk pengadaan rambu-rambu lalu lintas di sepanjang tol, Djoko mengaku belum melakukannya mengingat ketersediaan rambu yang terpasang masih terbatas.

Walaupun jalan tol tersebut sudah mulai beroperasi pada pukul 00.00 WIB Minggu (14/6), tapi pengendara tetap harus waspada, karena pembangunan dan perbaikan jalan tol dinilai juga belum rampung 100 persen.

Masih ada timbunan batu koral dan tanah di bahu jalan yang jika tidak diwaspadai bisa membahayakan pengendara. Selain itu, jalan tol yang hanya tersedia dua jalur berpotensi menimbulkan kemacetan, jika ada kendaraan yang mogok atau kemacetan.

Marka jalan juga belum seluruhnya selesai terpasang sehingga pengemudi harus hati-hati terutama saat mengemudi pada malam hari.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler