Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Friday, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Tinjau Ulang Paket Pekerjaan, Cara Menteri Basuki Serap Anggaran

Ahad 25 Jan 2015 11:17 WIB

Rep: c 78/ Red: Indah Wulandari

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan), Mentan Amran Sulaiman (tengah) dan Ketua Umum APKASI Isran Noor, menuju ruang rapat koordinasi dengan para bupati dari wilayah pulau Sumatera di Ruang Garuda, Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1

Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kanan), Mentan Amran Sulaiman (tengah) dan Ketua Umum APKASI Isran Noor, menuju ruang rapat koordinasi dengan para bupati dari wilayah pulau Sumatera di Ruang Garuda, Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (22/1

Foto: Antara/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA—Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono menargetkan penyerapan anggaran untuk kementeriannya optimal dan efektif dengan meninjau ulang sejumlah paket pekerjaan.

Jika memungkinkan, ia akan menggabungkan beberapa pemaketan pekerjaan sehingga para pengusaha lokal semakin kuat.

“Kalau selama ini pengusaha lokal hanya mampu mendapatkan pekerjaan Rp 5-7 Miliar, menurut kami mereka tidak akan berkembang kalau paketnya kecil-kecil,” kata Basuki akhir pekan ini.

Sebelumnya, Kemen PU-Pera menetapkan pagu anggaran Rp 74 triliun dengan 13 ribu paket pada 2015. Jika APBN-P disetujui, maka kementerian tersebut akan mengantongi anggaran Rp 118 triliun.

Menteri Basuki pun akan merancang strategi agar penyerapannya optimal. Di samping itu, diungkapnya, Kemen PU-Pera tidak melakukan penambahan di bidang birokrasi. Tender awal sebanyak tiga ribuan paket telah ditenderkan berdasarkan DIPA yang lalu.

Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian PU-Pera Hediyanto W. Husaini menyebut, penggabungan pemaketan bertujuan agar semua paket lebih efisien, investasi lebih baik dan kualitas kontraktor daerah lebih meningkat.

Tanpa pekerjaan besar, lanjut dia, tidak ada kesempatan bagi kontraktor lokal untuk menjadi besar. Saat ini, mereka masih dijejali dengan paket-paket kecil dengan nilai Rp 5 miliar hingga 15 miliar.

“Padahal, seharusnya mereka sudah mampu mengerjakan paket pekerjaan senilai Rp 50 miliar,” tuturnya.

Di samping itu, ia juga akan melakukan perampingan jumlah pengusaha konstruksi. Hal tersebut juga dilakukan dalam rangka mempersiapkan para pelaku usaha konstruksi tersebut menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA