Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Inflasi Rendah, Menko Perekonomian: Ketakutan yang tak Terbukti

Selasa 02 Des 2014 00:00 WIB

Rep: C85/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sofyan Djalil

Sofyan Djalil

Foto: Republika/ Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Inflasi pasca kenaikan harga BBM langsung melonjak 1,5 persen. Kondisi ini hanya terjadi dalam 12 hari perhitungan saja. Inflasi ini dipicu terutama oleh kelompok transportasi dan bahan makanan. Harga bensin menyumbang inflasi sampai 0,45 persen dari total. Kemudian disusul tarif angkutan, dan harga cabai merah.

Namun Menteri Koordinator Sofyan Djalil beranggapan bahwa kenaikan inflasi sejauh ini masih sesuai dengan perhitungan. Bahkan menurutnya, angka 1,5 persen masih lebih rendah dibanding perkiraan sebelumnya sebesar 2 persen.

"Sesuai prediksi bahkan itu, sesuai price in, sebelum harga minyak naik. Dulu kita perkirakan 2 persen. Ketakutan inflasi tidak terbukti," ujarnya, Senin (1/12).

Sofyan juga memperkirakan, inflasi akan kembali normal pada bulan januari nanti. "Bulan januari perkiraan kami akan kembali normal. Pengalaman yang lalu deflasi terjadi di bulan ketiga," lanjutnya. 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA