Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Monday, 18 Rajab 1440 / 25 March 2019

Defisit Perdagangan Dorong Keluarnya Dana Asing

Sabtu 28 Jun 2014 01:45 WIB

Rep: friska yolandha / Red: Esthi Maharani

Defisit (ilustrasi)

Defisit (ilustrasi)

Foto: FINANCIALRED.COM

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan defisit perdagangan yang tidak terkendali akan mendorong keluarnya dana asing. Aksi lepas saham seperti yang pernah terjadi pada Mei 2013 akan terulang.

"Pemerintah harus perhatian karena dampaknya (defisit) kemana-mana," ujar Direktur Utama BEI Ito Warsito, Jumat (27/6).

Pada Mei 2013, terjadi aksi lepas saham besar-besaran oleh investor asing. Hal itu didorong oleh defisit neraca perdagangan yang tiba-tiba membengkak menjadi 1,6 miliar dolar AS.

Padahal, dampak dari tapering off oleh bank setral AS sudah mulai surut.Pelemahan nilai tukar rupiah, dinilai menjadi insentif bagi investor asing untuk masuk ke Indonesia.

Tertekannya rupiah membuat harga saham jika dikonversi ke dolar akan lebih murah.Namun demikian, masuknya investor asing tetap melihat fundamental ekonomi nasional. Jika defisit semakin melebar, investor asing bakal ogah masuk ke pasar modal nasional.

Sentimen defisit dan aksi ambil untung membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 27,28 poin. Pada perdagangan akhir pekan, IHSG ditutup melemah 0,56 persen ke level 4.845,13.Indeks sempat menguat di awal perdagangan sebelum ditutup negatis pascaaksi ambil untuk investor.

Pelemahan IHSG juga didorong oleh negatifnya perdagangan bursa regional. Bursa Nikkei ditutup turun 1,39 persem pada level 15.095. Bursa Hang Seng turun 0,06 persen pada level 22.866,70. Sementara, Straits Times bergerak menguat 0,27 persen pada level 3.269,28.Sepanjang perdagangan, transaksi yang terjadi tercatat sebesar Rp 4,06 triliun. Investor asing membukukan penjualan bersih sebesar Rp 214,63 miliar.

"Sektor infrastruktur dan keuangan menjadi penyebab indeks akhir pekan tertekan," kata analis Asia Financial Network Agus Susanto.

Sementara, nilai tukar rupiah ikut mengalami pelemahan. Berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR), nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp 12.103 per dolar AS pada Jumat. Nilai ini turun dibandingkan akhir pekan sebelumnya, Jumat (20/6), sebesar Rp 11.967 per dolar AS.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA