Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Saturday, 9 Rabiul Awwal 1440 / 17 November 2018

Iklim Investasi di Indonesia Masih Dikeluhkan

Jumat 04 Oct 2013 13:22 WIB

Rep: Fitria Andayani/ Red: Nidia Zuraya

Investasi (ilustrasi)

Investasi (ilustrasi)

Foto: ANTARA/Widodo S. Jusuf

REPUBLIKA.CO.ID, NUSA DUA – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengindentifikasi masih banyaknya keluhan terkait iklim investasi terutama di daerah. Pemerintah berjanji akan memperbaiki kepastian hukum dan infrastruktur untuk menyelesaikan masalah ini.

 

Kepala BKPM Mahendra Siregar menyatakan, semua aspek yang mendukung investasi akan terus dibenahi ke depan. “Tidak hanya dari aspek pelayanan atau perizinan, namun lebih dari itu pada implementasi operasinya,” katanya, Jumat (4/10). Kepastian hukum adalah hal utama yang akan dibereskan karena selama ini terdapat banyak keluhan tentang investasi.

 

Ketiadaan kepastian hukum  membuat iklim investasi di Indonesia, terutama di daerah menjadi semakin buruk. Untuk itu, kerja sama dan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah perlu dilakukan agar isu-isu sentral terkait investasi bisa diatasi. Terutama terkait isu keamanan, lingkungan hidup, dan hubungan industrial.

 

Selain kepastian hukum, masalah buruknya infrastruktur juga menjadi sorotan utama. Menurut Mahendra, perbaikan infrastruktur diperlukan untuk memperlancar konektivitas antar pulau dan antar negara. “Sekarang hal ini sedang dikerjakan pemerintah Indonesia. Bandara, tol, dan pelabuhan kita sudah bisa melayani pendatang lokal maupun internasional,” ujarnya.

 

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran yang banyak untuk infrastruktur. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014, pemerintah menganggarkan Rp 250 triliun untuk infrastruktur. Pemerintah juga mengajak partisipasi swasta dalam skema public private partnership (PPP) untuk mendorong pembangunan. Sehingga total investasi di sektor infrastruktur tahun depan bisa mencapai Rp 500 triliun.

 

Pemerintah juga mengundang investor dalam negeri untuk berinvestasi di sektor infrastruktur. Negara seperti Cina dan Jepang telah banyak bekerja sama dengan Indonesia untuk membangun infrastruktur di negara ini. Kemitraan dengan negara sing juga dirasa penting untuk menyalurkan pengetahuan dan bertukar pengalaman dalam bidang infrastruktur. Sehingga Indonesia bisa belajar dari mereka.

 

Dia berharap, forum Asia Pasific Economic Cooperation (APEC) bisa membuat investasi yang datang ke Indonesia semakin deras. ”Dengan pertemuan ini, para delegasi yang datang bisa melihat betapa besarnya potensi yang ada di Indonesia. Mereka bisa melihat sendiri dan diharapkan mereka bisa tertarik berinvestasi di negara kita," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES