Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Indonesia Hanya Menduduki Peringkat Empat di ASEAN

Jumat 24 May 2013 11:53 WIB

Rep: Muhammad Iqbal/ Red: Nidia Zuraya

Peta ASEAN

Peta ASEAN

Foto: confluence.furman.edu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan daya saing dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Ketua pembina ASEAN Competitiveness Institute Soy Pardede menjelaskan peningkatan daya saing Indonesia dapat dilakukan melalui pemanfaatan comparative advantage yang dimiliki. 

Comparative advantage yang dimaksud adalah jumlah penduduk yang besar, sumber daya alam yang melimpah serta letak geografis Indonesia yang strategis. "Selain itu, diperlukan koordinasi komprehensif antara seluruh elemen dalam meningkatkan daya saing," kata Soy dalam gelaran Indonesia Banking Expo, Jumat (24/5).

Dalam menyongsong MEA yang mulai berlaku akhir 2015, Soy menyebut Indonesia menghadapi sejumlah permasalahan antara lain infrastruktur yang jauh dari memadai. Kemudian fondasi industri yang rapuh dan kebijakan yang berbeda-beda di negara ASEAN yang menimbulkan ketidakseimbangan untuk bersaing.

Di samping itu, menurut Soy, kondisi pasar domestik Indonesia tidak kompetitif karena sejumlah kebijakan dan pengaturan yang membuat orang sulit masuk ke dalam pasar. Contohnya monopolisasi asuransi tenaga kerja. "Kondisi sosial-politik dan birokrasi serta korupsi juga menjadi kendala," kata Soy.

Lebih lanjut, Soy menjelaskan, berkaca pada data yang dipaparkan oleh World Economic Forum (WEF) 2011, daya saing Indonesia di dunia berada di posisi ke 46.  Indonesia jauh tertinggal dibandingkan Singapura yang berada di urutan kedua, Malaysia urutan ke 21 dan Thailand di urutan ke 39. 

"Akan jadi tantangan besar yang harus kita hadapi untuk meningkatkan daya saing tidak hanya di dalam ASEAN melainkan juga dalam konteks global," ujar Soy.  Di tingkat global, 10 negara dengan daya saing tertinggi berturut-turut adalah Swiss, Singapura, Swedia, Finlandia, Amerika Serikat, Jerman, Belanda, Denmark, Jepang dan Inggris.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA