Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Targetkan Swasembada, Impor Garam akan Diturunkan Bertahap

Jumat 16 Sep 2011 16:03 WIB

Red: Ajeng Ritzki Pitakasari

Petani garam

Petani garam

Foto: ANTARA

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan melakukan penurunan impor garam secara bertahap dalam rangka mencapai swasembada garam nasional pada 2014.

"Sebagai tahap awal, KKP akan melakukan penurunan impor garam yaitu dari 2,187 juta ton pada 2010 menjadi 1,022 juta ton pada 2011," kata Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi KKP, Yulistyo Mudho di Jakarta, Jumat (16/9).

Yulistyo memaparkan, garam yang diimpor ke Indonesia kebanyakan berasal dari sejumlah negara yakni Australia, India, China, dan Selandia Baru.

Sedangkan dalam rangka untuk merealisasikan target swasembada garam pada 2014, ujar dia, KKP akan melaksanakan sebanyak tiga strategi. "Pertama, intensifikasi yang dilakukan melalui rehabilitasi prasarana dan sarana usaha garam rakyat," katanya.

Ia mengemukakan, prasarana yang dimaksud antara lain tambak, saluran tambak, tanggul, gudang, dan meja jemur. Sedangkan sarana yang dimaksud adalah seperti pompa, kincir angin, gerobak sorong, dan timbangan.

Kepala Pusdatin KKP itu juga menuturkan, dua strategi lainnya adalah revitalisasi melalui penyediaan prasarana dan sarana tersebut, serta inovasi teknologi melalui penggunaan bahan aditif.

Saat ini, KKP juga telah menetapkan sembilan kabupaten/kota sebagai sentra Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) untuk merealisasikan target tersebut, yaitu Indramayu, Cirebon, Pati, Rembang, Sampang, Sumenep, Pamekasan, Tuban dan Nagekeo.

Selain itu, KKP juga telah menerapkan 31 kabupaten/kota penyangga pelaksanaan pengembangan usaha garam rakyat. Pelaksanaan PUGAR pada 2011 dengan anggaran Rp90 miliar memiliki empat komponen, yaitu penyusunan perencanaan secara partisipatif di tingkat desa, penyaluran Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), peningkatan kapasitas petambak garam rakyat, dan fasilitasi kemitraan usaha garam rakyat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA