Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sunday, 18 Rabiul Akhir 1441 / 15 December 2019

Sri: Infrastructure Summit Buat Infrastruktur Berkualitas

Sabtu 27 Apr 2019 10:16 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani

Foto: Republika/Novita Intan
Pembangunan infrastruktur membutuhkan pemikiran bersama dari seluruh universitas.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menyambut baik digelarnya "Infrastructure Summit 2019: Empowering University for Continuous PPP Infrastructure Development in Rehional Government” di Graha Sanusi Unpad, Jumat (26/4). Pertemuan dari 31 universitas yang semuanya memiliki komitmen untuk bekerja sama di dalam memikirkan membangun semua infrastrukur di Indonesia, bisa melihat dari semua aspek secara komprehensif. 

"Sehingga, akan bisa meningkatkan keikutsertaan dari semua intelektual universitas," katanya. Karenanya Sri mendukung kegiatan yang merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)/PT PII bersama Universitas Padjajaran selaku tuan rumah sekaligus Ketua University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID) ini.

"Ini agar program pembangunan infrastuktur di Indonesia akan lebih berkualitas semakin baik dan melihat dari semua sisi apakah itu dari sisi teknik, engineering, sosial, economic, finance. Ini semuanya membutuhkan pemikiran bersama dari seluruh universitas," ujar Sri kepada wartawan.

Sri mengaku senang ada 31 universitas yang sekarang bergabung dalam UNIID. Program ini merupakan salah satu upaya untuk terus meningkatkan minat juga kapasitas kapasitas universitas di Indonesia. Agar, mampu terlibat di dalam pemikiran dan proses pembangunan bahkan juga melakukan evaluasi pada program program infrastrukur yang ada di Indonesia.

Sementara menurut Plt. Rektor Universitas Padjadjaran, Rina Indiastuti, kegiatan ini digelar untuk mempertemukan universitas‐universitas terkemuka di Indonesia agar dapat saling berdiskusi serta membahas berbagai ide dan masukan terhadap pengembangan infrastruktur baik nasional maupun regional. Terutama, melalui skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usana (KPBU). 

University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID) dibentuk pada 2015 melalui kerjasama dengan PT PII didukung oleh Kemenristekdikti. UNIID secara rutin menyelenggarakan berbagai program kegiatan di setiap tahunnya, antara lain: Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan event tahunan bersama lainnya (symposium, conference ataupun summit). Sampai dengan saat ini UNIID telah melaksanakan 3 (tiga) kali event tahunan bersama dalam bentuk symposium yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh November (2016), Universitas Sriwijaya (2017) dan Universitas Mulawaraman (2018). 

Unpad, kata dia, menitikberatkan kekuatan UNIID untuk lebih berkontribusi terhadap pembangunan Jawa Barat, khususnya infrastruktur di Citarum, selaras dengan program Citarum Research Center (CRC) Unpad. 

Di tempat yang sama, Dirut PT PII Armand Hermawan mengatakan, kampus sangat memiliki peran terkait dengan pola KPBU ini. Karena, pola KPBU itu sebagai pendanaan yang paling gampang. Yakni, dari APBN, penugasan,  baru KPBU. 

"Nah sekarang kita balik dengan anggaran APBN terbatas kan KPBU harus menjdi pilihan pertama, kalau kejasama ini sudah bagus barulah nanti kita penugasan ke BUMN," katanya.

KPBU ini, kata dia, sistem yang baru dari pemerintah pusat. Namun, kalau harus datang masing-masing ke semua ke semua daerah ini akan sulit."Kalau pemerintah turun langsung akan sulit, makanya lewat kampus," katanya. 

Di sisi lain, kata dia, kampus juga perlu mengaplikasikan ilmunya di lapangan. Karena, kampus terbatas bahasanya makanya harus lewat PII atau ke BUMN keuangan sebagai praktisi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA