Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Ibu Kota Baru: Saat Daerah Berebut Jadi Ibu Kota

Kamis 02 May 2019 09:14 WIB

Rep: MABRUROH/ Red: Elba Damhuri

Suasana Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4/2019).

Suasana Bandara Tjilik Riwut di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Senin (8/4/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Bappenas sudah meninjau beberapa daerah untuk menjadi kandidat ibu kota.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lokasi ibu kota baru belum ditentukan. Namun, sejumlah pemerintah daerah menyatakan siap jika daerahnya terpilih menggantikan DKI Jakarta.

Provinsi Kalimantan Tengah sebagai wilayah yang digadang-gadang menjadi lokasi ibu kota baru dikabarkan sudah menyediakan lahan seluas 300 ribu hektare yang tersebar di tiga kabupaten. Lahan tersebut disiapkan untuk membangun berbagai fasilitas jika ibu kota negara berpindah ke daerah itu.

Wali Kota Palangkaraya Fairid Naparin mengungkapkan, Pemkot Palangkaraya menyediakan sekitar 119 ribu hektare lahan. Dua daerah lainnya, yaitu Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas menyiapkan lahan masing-masing seluas 81 ribu hektare dan 98 ribu hektare.

"Jadi dari tiga daerah tersebut berjumlah sekitar kurang lebih 300 ribu hektare untuk pembangunan fasilitas ibu kota pemerintahan baru di Kalteng nantinya," kata Fairid, Rabu (1/5).

photo

Ibu Kota Baru: Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro (kiri) bersiap memberikan keterangan kepada pers mengenai pembahasan rencana pemindahan ibukota negara di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurut dia, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) telah melakukan kajian-kajian sekaligus mengukur daya tampung wilayah tersebut. "Jadi, apabila perpindahan ibu kota benar dilakukan di Palangkaraya, kami selaku pemerintah daerah sudah sangat siap," katanya.

Fairid menambahkan, 119 ribu hektare lahan yang disediakan Pemkot Palangkaraya tak akan bermasalah karena sudah dilakukan pengecekan legalitas oleh Kementerian ATR dan Bappenas saat melakukan kajian.

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Tohar, mengklaim daerahnya menjadi kandidat ibu kota baru.

Dia mengatakan, tim Bappenas telah melakukan survei di wilayah Penajam Paser Utara untuk menentukan lokasi calon ibu kota negara Indonesia.

Sejak 2018, menurut Tohar, sudah delapan kali tim Bappenas turun melakukan pengkajian lokasi. Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjut dia, cocok jadi ibu kota baru karena memiliki keunggulan pada luas lahan yang mencapai 3.333 kilometer persegi atau lebih luas dibandingkan Jakarta yang hanya memiliki luas 661,5 kilometer persegi.

Tohar meyakinkan Penajam Paser Utara juga memenuhi beberapa kriteria ibu kota. Salah satunya soal kepemilikan lahan. Ada ribuan hektare lahan milik pemerintah daerah yang bisa digunakan. Sehingga, pemerintah pusat tak perlu lagi mengeluarkan biaya pembebasan lahan.

"Kami bangga dan yakin Kabupaten Penajam Paser Utara menjadi kandidat terkait rencana pemindahan ibu kota negara," kata Tohar.

Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, turut menyatakan kesiapannya menyambut pemindahan ibu kota. Pemkab Tanah Bumbu menegaskan siap memenuhi segala hal yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA