Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Tuesday, 15 Syawwal 1440 / 18 June 2019

Respons Positif Pasar Euforia Umum Pascapemilu

Kamis 18 Apr 2019 02:12 WIB

Red: Indira Rezkisari

Calon Presiden Joko Widodo bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan para ketua partai koalisi menggelar konfrensi pers di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (17/4).

Calon Presiden Joko Widodo bersama calon wakil presiden Ma'ruf Amin dan para ketua partai koalisi menggelar konfrensi pers di Djakarta Theater, Jakarta, Kamis (17/4).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Euforia namun umumnya hanya bersifat jangka pendek.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat ekonomi Fithra Faisal Hastiadi menilai respons positif pasar menjadi euforia umum yang terjadi seusai pelaksanaan pemilihan umum atau pemilihan presiden (Pilpres). Respons positif tidak hanya di Indonesia tapi juga negara besar lain pascapemilu.

Baca Juga

"Saya rasa dari setiap Pilpres, pasti akan ada euforia. Jangankan di Indonesia yang market (pasar)-nya sudah cukup nyaman, lihat saja di AS saat Trump terpilih, tetap saja pasar meresponnya dengan cukup positif," katanya saat dihubungi di Jakarta, Rabu (17/4).

Ekonom Universitas Indonesia itu mengingatkan euforia yang terjadi bersifat jangka pendek karena terjadi di sisi investasi portfolio. "Untuk yang sifatnya jangka panjang, tentu mereka (investor) masih harus menunggu lagi," katanya.

Fithra memprediksi investor masih akan menunggu kepastian untuk merealisasikan investasi langsung setelah pengumuman kabinet yang baru. "Sikap wait and see investor mungkin akan sampai pengumuman kabinet baru karena menunggu keputusan sektoral menteri-menterinya," katanya.

Sebelumnya, Bahana TCW Investment Management menilai hasil hitung cepat Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2019 yang menunjukkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul sementara dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan direspons positif pelaku pasar modal. Namun, bukan berarti jika Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang unggul dalam hitung cepat akan berpengaruh negatif bagi pasar saham karena investor akan meraba-raba lagi arah kebijakan ekonomi pasangan tersebut.

"Hasil quick count itu menambah momentum positif bagi investor di pasar modal," ujar Direktur Strategi Investasi dan Kepala Makroekonom Bahana TCW Investment Management, Budi Hikmat.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA