Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Menteri Rini Dorong Jasa Marga Konsisten Cari Pendanaan Baru

Senin 15 Apr 2019 14:56 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghadiri peluncuran Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau KIK Dinfra yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Mandiri Manajemen Investasi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/4).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menghadiri peluncuran Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur atau KIK Dinfra yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan PT Mandiri Manajemen Investasi di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (15/4).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Kerja sama BUMN dan BEI dapat memperluas pembiayaan untuk pendanaan perusahaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mendorong PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan perusahaan BUMN lainnya untuk konsisten mencari pendanaan baru di pasar modal. Rini mengatakan hal tersebut perlu diperlukan untuk memperluas basis investor.

Baca Juga

“Terutama investor yang berpartisipasi dalam pembiayaan infrastruktur serta memperkuat struktur permodalan perusahaan,” kata Rini saat menghadiri penerbitan Kontak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK Dinfra) Jasa Marga di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/4).

Rini yakin kerja sama yang erat dari perusahaan BUMN dengan BEI dapat memperluas tipe-tipe pembiayaan dicatat di bursa. Dia menilai hal tersebut bersamaan juga dengan memperluas tipe investor.

“Saya selalu menekankan BUMN harus terus berinovasi dalam mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur dengan tidak terpaku pada pendanaan konvensional yang bersifat utang,” jelas Rini.

Rini menambahkan, tantangan ke depan setelah infrastruktur adalah pendanaan di sektor-sektor lainnya seperti energi dan manufaktur. Menurut Rini, sektor tersebut memerlukan pendanaan yang besar. Untuk itu, Rini mengharapkan perusahaan BUMN dapat menawarkan produk inovatif kepada investor melalui Bursa Efek Indonesia.

Keunggulan KIK Dinfra dibandingkan produk investasi lainnya antara lain memberikan solusi alternatif bagi investor pada aset infrastruktur secara langsung atau tidak langsung. Terutaama melalui kepemilikan saham pada Perusahaan Pemilik Infrastruktur. 

Tidak hanya itu, KIK Dinfra juga memberikan manfaat tambahan dalam diversifikasi portofolio pada aset infrastruktur yang belum atau sedang dalam proses pembangunan. Begitu juga infrastruktur yang tmenghasilkan pendapatan melalui sarana alternatif investasi yang berpotensi mengurangi volatilitas portofolio.

Dinfra Toll Road Mandiri-001 merupakan produk KIK Dinfra yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Produk tersebut ditawarkan melalui penawaran umum sehingga dapat menjangkau investor institusi maupun ritel.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani memastikan dana yang diperoleh dari KIK Dinfra akan digunakan untuk berinvestasi pada aset infrastruktur dengan membeli saham PT Jasamarga Pandaan Tol pemilik konsesi ruas jalan Tol Gempol-Pandaan. “Ini dilakukan baik melalui pengambilan bagian atas penerbitan saham baru maupun dengan pembelian kepemilikan dari Jasa Marga pada PT Jasamarga Pandaan Tol,” jelas Desi.

PT Jasa Marga Pandaan Tol merupakan pengelola ruas Tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer. Ruas tol tersebut yang menyambungkan ruas Tol Surabaya-gempol dan ruas Tol Pandaan-Malang yang telah beroperasi sejak 2015.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA