Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Thursday, 18 Ramadhan 1440 / 23 May 2019

Maskapai Indonesia Sepakat Tunda Pengiriman Boeing 737 MAX 8

Kamis 21 Mar 2019 10:07 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya

Boeing 737 Max 8

Boeing 737 Max 8

Sebelumnya maskapai Indonesia menghentikan operasional semua pesawat Boeing 737 MAX 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan saat ini maskapai di Indoneisia yang menggunakan Boeing 737 MAX 8 yakni Garuda Indonesisa dan Lion Air sudah memberikan sikap terhadap penggunaan pesawat jenis tersebut. Kedua maskapai tersebut menunda pengiriman pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 yang sudah dipesan sebelumnya.

Baca Juga

“Saat ini masakapai Lion Air dan Garuda Indonesia sudah memberikan statement bahwa mereka sementara melakukan penundaan pengiriman Boeing 737 MAX 8 baru,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan kepada Republika, Kamis (21/3).

Dia menambahkan penundaan pengiriman pesawat tersebut yang rencananya akan tiba pada tahun ini. Hengki menuturkan penundaan pengiriman pesawat Boeing 737 MAX 8 yang dipesan Lion Air dan Garuda Indonesia dilakukan hingga terdapat kejelasan terkait kecelakaan yang terjadi beberapa waktu terakhir.

Hengki menegaskan Kemenhub akan hati-hati menyikapi perkembangan hal tersebut. “Termasuk dalam hal memberikan izin atau registrasi terhadap pesawat maupun sertifikat kelaikan nantinya,” ujar Hengki.

Dia mengatakan pada dasarnya Kemenhub saat ini sudah meminta kedua maskapai tersebut untuk menghentikan sementara penerbangan menggunakan pesawat Boeing 737 MAX 8 yang sudah dimiliki saat ini. Terlebih, menurut Hengki maskapai juga sudah menunda pengiriman pesawat jenis tersebut yang masih dipesan.

Saat ini Garuda Indonesia memiliki satu pesawat jenis Boeing 737 MAX 8 dan Lion Air memiliki 10 unit dan semuanya sudah dihentikan sementara penerbangannya. Garuda Indonesia masih memesan 49 unit dan Lion Air juga memesan 222 unit pesawat jenis tersebut yang belum dikirim ke Indonesia.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan Garuda Indonesia sudah sejak lama melakukan negosiasi tersebut sebelum kecelakan Lion Air JT 610. “Poinnya kami sudah memulai sejak lama dengan Boeing untuk perubahan yang tersisa itu (49 pesawat),” kata Ikhsan kepada Republika, Rabu (20/3).

Dia menejelaskan saat ini, Garuda Indonesia sudah memproses penjadwalan ulang kedatangan 49 pesawat Boeing 737 MAX 8 yang belum dikirim. Dia menuturkan negosiasi tersebut dilakukan untuk melakukan pengubahan dari sisa pesawat yang belum dikirim.

“Tapi (negosiasi) bukan terkait kejadian-kejadian yang ada akhir-akhir ini. Itu murni karena alasan komersial kita. Hanya saja, kami detilnya belum ada karena kita sedang bicarakan dengan Boeing,” ungkap Ikhsan.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA