Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Garuda Restrukturisasi Utang ke Pertamina

Kamis 14 Mar 2019 17:32 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Direktur Utama Garuda Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Ari Askhara mengungkapkan tanggapannya mengenai dugaan kartel tiket pesawat yang saat ini tengah diteliti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Garuda Indonesia Training Center (GITC), Rabu (23/1).

Direktur Utama Garuda Indonesia sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) Ari Askhara mengungkapkan tanggapannya mengenai dugaan kartel tiket pesawat yang saat ini tengah diteliti Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Garuda Indonesia Training Center (GITC), Rabu (23/1).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Sebagi kompensasi, Garuda menunjuk langsung Pertamina untuk pengisian bahan bakar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Garuda Indonesia melakukan restrukturisasi utang kepada Pertamina yang jatuh tempo Desember 2018 kemarin. Kerja sama dengan Pertamina yang disepakati hari ini, Kamis (14/3) di Kementerian BUMN membuat Garuda mendapat kelonggaran pelunasan utang avtur sampai 18 bulan kedepan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara menjelaskan Garuda dan Sriwijaya mempunyai utang avtur senilai Rp 2 triliun yang jatuh temponya akhir 2018. Hanya saja, karena kerja sama sesama BUMN maka Garuda mendapatkan relaksasi dengan jangka waktu pelunasan utang hingga 18 bulan ke depan.

"Utang sebesar Rp 2 triliun atas Garuda Indonesia dan Sriwijaya Grup. Pembayarannya hingga 18 bulan ke depan,” ujar Ari di Kementerian BUMN, Kamis (14/3).

Namun, Ari memastikan perseroan akan mencicil pembayaran hingga 2019. Pihaknya memastikan akan membayar lancar ke depannya.

Sebagi kompensasi, Garuda akan membeli dan menunjuk langsung Pertamina untuk pengisian bahan bakar avtur di semua stasiun pengisian luar negeri dengan jumlah sekitar 14-15 titik.

Dengan kerja sama ini, maka Garuda bisa mendapatkan harga yang lebih efisien dibandingkan Garuda harus mengikuti tender pengadaan avtur dari perusahaan migas lainnya. "Jadi selama ini kita biasanya tender ada di 14 station di luar negeri. Nah, sekarang kita bisa langsung bilang dan tunjuk provider avtur kita ya Pertamina. Harganya juga lebih murah Pertamina kalau dibandiingkan dengan perusahaan lain" ujar Ari.

<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/share/clipdata_190314_172835_974.sdoc-->

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA