Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kamis, 24 Syawwal 1440 / 27 Juni 2019

Kembangkan Ekosistem Film, Bekraf Gandeng Viu

Senin 25 Feb 2019 14:23 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Film Anak

Ilustrasi Film Anak

Foto: Foto : MgRol_92
Bekraf Akatara ialah kegiatan forum pembiayaan dan investasi untuk perfilman nasional

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) menggandeng salah satu layanan video Over The Top (OTT) di Indonesia yakni Viu untuk mengembangkan ekosistem film Indonesia. Hari ini (25/6), Bekraf dan Viu menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk mengeksplorasi beberapa kolaborasi yang dapat dilakukan.

Kepala Bekraf Triawan Munaf menjelaskan kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui sinergi di beberapa program Viu. “Program ini meliputi Viu Pitching Forum (VPF), Viu Shorts, dan Bakraf Akatara,” kata Triawan di Ruang Publik Bekraf, Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Senin (25/6).

Baca Juga

Triawan menjelaskan VPF merupakan acara tahunan Viu di Indonesia untuk memfasilitasi ide cerita dari para profesional perfilman Indonesia untuk diproduksi sebagai Viu Originals. Kemudian, kata Triawan, selanjutnya akan dipamerkan di panggung global.

Viu Shorts merupakan festival film pendek tahunan Viu untuk merayakan semangat keberagaman Indonesia. “Festival ini difokuskan untuk mengarahkan minat dan bakat anak muda Indonesia ke arah bisnis perfilman sejak usia dini,” jelas Triawan.

Selanjutnya, kolaborasi yang akan dilakukan dalam yakni Bekraf Akatara. Menurut Triawan, Bekraf Akatara merupakan kegiatan forum pembiayaan dan investasi untuk perfilman Indonesia berskala nasional.

Dengan tiga kolaborasi tersebut, Triawan mengharapkan industri perfilman di Indonesia akan terus berkembang, tidak hanya melalui layar lebar atau bioskop. Terlebih, dari ketiga program tersebut, Triawan menilai para pelaku film dapat membuat karya relevan.

Sementara itu, Country Manager Viu Indonesia Varun Mehta melihat pasar perfilman di Indonesia cukup tinggi. Sejak Viu berkembang selama tiga tahun ini, Varun menilai komsumsi dari Indonesia untuk menikmati perfilman cukup tinggi.

Untuk itu, Varun merasa Viu dan Bekraf dapat membuat hal tersebut sebagai peluang. “Ini bagiaman kita bisa membuat ekosistem melalui VPF, kita juga memberikan ilmu, itu menjadi komitmen kita,” tutur Varun.

CEO Founder and CEO of Vuclip, Nickhil Jakatdar memastikan pihaknya berkomitmen untuk memberdayakan dan mengembangkan ekosistem industri film Indonesia. Nickhil menilai dalam jangka panjang industri film di Indonesia akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA