Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Menko Darmin: Harga Tiket Pesawat Kok Gak Turun-Turun?

Jumat 15 Feb 2019 21:03 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Bayu Hermawan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan pernyataan terkait angka inflasi April 2018 yang baru dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) di Gedung Kemenko, Rabu (2/5).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memberikan pernyataan terkait angka inflasi April 2018 yang baru dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) di Gedung Kemenko, Rabu (2/5).

Foto: Republika/Rahayu Subekti
Menko Perekonomian mengatakan, harga tiket pesawat harusnya sudah turun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mempertanyakan mengapa harga tiket pesawat tidak kunjung turun. Meski kata dia kenaikan harga tiket pesawat wajar terjadi, namun hanya di waktu tertentu seperti lebaran dan libur akhir tahun.

"Memang banyak keluhan belakangan ini tiket tinggi sekali. Sebetulnya setiap kali dia lebaran dan tahun baru mestinya mereka naik sampai batas atas. Kok ini gak turun turun," ujar Darmin di Kantornya, Jumat (15/2).

Darmin pun menilai mestinya, apabila melihat pola kenaikan harga tiket, saat masa high season atau tinggi permintaan sudah usai, maka maskapai perlu menurunkan harga tiket. Hal ini juga sejalan dengan prinsip ekonomi agar permintaan masyarakat atas tiket pesawat juga masih ada meski bukan di waktu tertentu seperti lebaran dan liburan.

"Mestinya dia turun setelah musim itu. Ini memang sudah naik ke batas atas kalau saya perhatikan. Makanya sebaiknya memang turun," kata Darmin.

Sayangnya, Darmin enggan menjelaskan lebih jauh dampak dari kenaikan harga tiket ini kepada Inflasi. Darmin menjelaskan, terlalu dini untuk berbicara inflasi di awal tahun. Apalagi, penyebabnya dikaitkan hanya dengan kenaikan harga tiket pesawat. "Kalau kaitannya sama inflasi ya nanti dulu lah. Komponen yang mempengaruhi inflasi kan banyak," ucapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA