Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Saturday, 14 Syawwal 1441 / 06 June 2020

Tiket Pesawat Mahal, Damri: Penumpang Naik 10 Persen

Kamis 23 May 2019 22:49 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Andi Nur Aminah

Sejumlah penumpang berjalan di area parkir pesawat di Bandara (ilustrasi))

Sejumlah penumpang berjalan di area parkir pesawat di Bandara (ilustrasi))

Foto: Antara/Aji Styawan
Kenaikan jumlah penumpang bus tersebut dinilai belum signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perum Damri menyatakan terdapat peningkatan jumlah penumpang yang cukup signifikan untuk rute antarkota antarprovinsi sebesar 10 persen. Hal tersebut terjadi disebabkan mahalnya tiket pesawat yang berlaku.

Baca Juga

Direktur Utama Perum Damri Setia Milatia Moemin mengatakan, meski terdapat kenaikan jumlah penumpang bus, namun jumlah tersebut dinilai belum signifikan. Sebab periode arus mudik dan arus balik belum dimulai. “Karena kan mungkin belum mulai libur lebaran,” kata Setia kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (23/5).

Adapun kenaikan penumpang yang dimaksud, menurut dia, berada di kisaran 10 persen. Diharapkan akan terus melonjak mendekati libur Lebaran dan periode arus mudik serta arus balik. Di sisi lain, dia berpendapat, mahalnya harga tiket pesawat juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang bus Damri rute bandara sekitar 30 hingga 40 persen.

Sedangkan dari sisi pendapatan, Setia mengatakan, penurunan jumlah penumpang tersebut dapat ditambal dengan adanya kenaikan penumpang bus antarkota antarprovinsi. Dia menjabarkan, adapun jumlah bus yang Damri miiki berkisar 3.000 sedangkan bus bandara hanya 390 unit saja. “Bisa menutup kerugian yang ada, “ kata dia.

Terkait dengan penambahan jalur di luar Pulau Jawa, Setia mengakui ada penambahan jalur yang angkanya akan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada. Sejauh ini pihaknya sudah mengidentifikasi daerah-daerah mana saja yang mengingkan jalur Damri.

Dari sekitar 571 rute yang dimiliki Damri di seluruh Indonesia, dia memproyeksi akan ada kenaikan permintaan sebesar 20 hingga 30 persen tahun ini. Adapun jalur-jalur favorit dan prospektif, dia menjabarkan, terdiri di wilayah Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA