Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Monday, 21 Rabiul Awwal 1441 / 18 November 2019

Pertumbuhan Ekonomi Melambat, Alfamidi Selektif Buka Gerai

Jumat 17 May 2019 02:43 WIB

Red: Elba Damhuri

Petugas kasir Alfamidi Jl Veteran, Purwakarta, saat sedang melayani konsumennya, Rabu (6/3).

Petugas kasir Alfamidi Jl Veteran, Purwakarta, saat sedang melayani konsumennya, Rabu (6/3).

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Alfamidi membuka gerai baru secara selektif untuk melakukan pengendalian biaya

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG— PT Midi Utama Indonesia Tbk atau Alfamidi mencatatkan laba bersih sebesar Rp 159,15 miliar secara year on year (yoy). Angka ini tumbuh 54,8 persen pada 2018 dari Rp 102,81 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.

Presiden Direktur Alfamidi Rullyanto mengatakan sepanjang 2018 perusahaan telah menerapkan kebijakan strategis untuk mengubah tantangan menjadi peluangan pertumbuhan. Salah satunya melanjutkan strategi pembukaan gerai baru secara selektif.

“Kami membuka gerai baru secara selektif untuk melakukan pengendalian biaya sehingga mampu mempertahankan kinerja usaha positif,” kata Rullyanto saat public expose Alfamidi di Alfa Tower, Tangerang, Kamis (16/5).

Menurut dia, pembukaan gerai baru secara selektif yang dilakukan perusahaan juga untuk pengelolaan bauran margin, pengelolaan bauran produk dan pengendalian tingkat perputaran persedian. Juga, untuk memperbanyak layanan payment point, perbaikan proses bisnis, dan optimalisasi hal yang bersifat mendasar.

Alhasil, jelas Rullyanto, perusahaan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar Rp 10,70 triliun atau tumbuh 9,56 persen dari Rp 9,77 triliun pada 2017. Pertumbuhan pendapatan ini mendorong laba tahun berjalan konsolidasi sebesar Rp 56,35 miliar atau tumbuh 54,80 persen dibandingkan 2017 sebesar Rp 159,15 miliar.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan Alfamidi Suantopo Po menambahkan pertumbuhan gerai pada 2017 dan 2018 tidak seagresif tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan krisis keuangan global akibat ketidakpastian ekonomi.

“Ekonomi yang buruk tahun lalu dengan berbagai ketidakpastian berdampak pada perkembangan bisnis. Kita melakukan pengereman pembukaan gerai. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keuangan bisnis perusahaan,” Suantopo menegaskan.

Tercatat sepanjang 2018 jumlah gerai Alfamidi hanya bertambah 33 gerai, di antaranya 30 gerai Alfamidi dan tiga gerai Alfamidi Super. Dengan demikian, total gerai Alfamidi dan Alfamidi Super ada sebanyak 1.407 gerai pada 2017 menjadi 1.440 gerai pada tahun lalu.

Pertumbuhan gerai juga didukung oleh sembilan gudang di Cikupa, Bekasi, Pasuruan, Makassar, Medan, Samarinda, Yogyakarta, Manado dan Palu. Melihat hal itu, perusahaan tetap berinovasi dengan mendirikan entitas anak usaha yang mengoperasikan convenience store Lowson yang diharapkan dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.

"Dengan kondisi yang ada tidak serta merta semuanya kita rem, kita lakukan inovasi untuk jaga bisnis kita. Salah satunya dengan kerja sama yang terbukti, pada tahun tersebut tetap mampu memperoleh laba," jelas Suantopo.

Pembagian Dividen Alfamidi

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Midi Utama Indonesia Tbk menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 47,8 miliar. Angka ini setara dengan Rp 16,6 per saham.

Suantopo mengatakan perusahaan mengalokasikan 30 persen laba bersih tahun buku 2018 sebagai dividen bagi pemegang saham. Pada tahun lalu, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp 159,15 miliar.

“Dividen akan dibagikan pada 19 Juni 2019 kepada pemegang saham,” ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA