Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Monday, 19 Zulqaidah 1440 / 22 July 2019

Menko Luhut Tanggapi Anggapan Tarif Tol Trans-Jawa Mahal

Senin 04 Feb 2019 18:04 WIB

Red: Nur Aini

Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018).

Sejumlah kendaraan melintasi di jalan Tol Batang Semarang saat penyusuran pra uji laik fungsi dan keselamatan Trans Jawa, Batang, Jawa Tengah, Jumat (7/12/2018).

Foto: Antara/Zabur Karuru
Luhut tidak menganggap masalah truk logistik pilih jalur Pantura dibanding tol.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebutkan tarif tol Trans-Jawa yang dinilai sejumlah pihak mahal, memberikan banyak pilihan bagi pengguna jalan. Luhut menilai lambat laun tarif tol yang kini dianggap mahal akan turun karena banyaknya alternatif pilihan untuk pengangkutan barang.

"Akan terjadi penyesuaian baru. Pada akhirnya biayanya turun, pasti itu. Kalau kita angkut pasti cost (biaya) turun karena ada alternatif pesawat, pantura, tol, kereta api. Dulu tidak ada pilihan itu," kata dia di Kemenko Maritim Jakarta, Senin (4/2).

Pihaknya, kata Luhut, akan ikut mengecek tarif yang dikeluhkan itu. Evaluasi akan dilakukan dengan membandingkan investasi yang ditanam hingga keuntungan bagi pihak-pihak yang melakukan pembangunan.

"Kan membangun itu mereka juga hitung. Revenue (pendapatan) yang didapat, dengan investasi segitu. Itu nggak sembarang dibuat juga," tuturnya.

Namun, menurut Luhut, bukan masalah jika nanti banyak truk yang malah menggunakan jalur pantura ketimbang tol. "Tidak apa-apa juga, nanti tidak terlalu padat lalu lintas, itu juga bagus," katanya.

Mantan menko polhukam itu menuturkan pengusaha logistik yang kemudian mengalihkan angkutannya dari tol ke jalur pantura karena tarif tol tentu memiliki pertimbangan sendiri. Hal yang pasti, menurut dia, lalu lintas tol yang longgar tentu akan membuat perjalanan menjadi lebih singkat sehingga secara hitungan ekonomi biayanya menjadi lebih murah.

"Atau mereka pengen lebih cepat, ya ikut tol. Jadi punya pilihan," katanya.

Luhut menambahkan agar isu soal tarif tol Trans Jawa yang mahal tidak dimainkan untuk kepentingan politis. "Sebenarnya pasti tujuannya membuat rakyat sejahtera. Pasti ke situ tujuannya, tidak mungkin pemerintah tidak mensejahterakan rakyatnya," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA