Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Minggu, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

PLN Terus Komitmen Tingkatkan Kualitas Pasokan Listrik

Senin 21 Jan 2019 18:46 WIB

Red: Gita Amanda

Petugas PLN mengganti trafo listrik yang rusak (ilustrasi).

Petugas PLN mengganti trafo listrik yang rusak (ilustrasi).

Foto: Antara/Arief Priyono
Pemeliharaan dan lainnya terus rutin dilakukan di Kalimantan Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK -- Humas PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat, Hendra menyebutkan pihaknya terus meningkatkan kualitas pasokan enegi listrik kepada pelanggan. Termasuk dengan adanya pemadaman terencana sehingga mutu layanan semakin maksimal.

"Peningkatan kualitas pasokan listrik itu termasuk di dalamnya ada pemadaman terencana. Itu untuk meningkatkan mutu layanan kepada pelanggan serta meningkatkan kualitas  pasokan energi listrik," ujarnya di Pontianak, Senin (21/1).

Ia menyebutkan pemadaman terencana yang dilakukan tersebut satu di antaranya dikarenakan ada sejumlah pemasangan kontruksi Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) dan pemeliharaan lainnya. Pemeliharaan dan lainnya terus rutin dilakukan sehingga listrik di Kalimantan Barat handal.

"Kemudian yang sering juga yakni dilakukan pemangkasan pohon di sekitar jaringan. Pemangkasan pohon di sekitar jaringan sangat penting untuk mencegah gangguan akibat pohon tersebut," ujar dia.

Menurutnya pemadaman terencana tersebut tentunya dilakukan hanya di beberapa titik saja, sesuai dilakukannya pemasangan, pemiliharaan atau pemangkasan pohon. Jika terjadi gangguan atau padam di sekitar lingkungan tempat tinggal di luar lokasi jadwal padam silahkan menghubungi Call Center (0561) 123.

"Intinya setiap pemadaman terencana selalu kita informasi kepada pelanggan memalui berbagai saluran media termasuk di media sosial PLN seperti Facebook PLN. Titik pemadaman terencana ada di situ," kata dia.

Ia menyebabkan jika ada padam listrik di luar pemadaman terencana di Kalimatan Barat karena ada gangguan seperti faktor alam, kondisi pembangkit dan manuasia itu sendiri. Jika faktor alam itu seperti adanya angin kuat sehingga pohon tumbang dan menimpa jaringan tranmisi sehingga padam.

"Kalau faktor manusia itu seperti akibat tali kawat permainan layang-layang yang menyentuh jaringan kita dan gardu induk. Bahkan gangguan akibat layang-layang saat ini memiliki porsi sekitar 94 persen. Soal layang-layang ini yang saat ini menjadi tantangan terbesar kita dan perlu perhatian semua pihak dan masyarakat itu sendiri," katanya.

Hendra menyampaikan bahwa atas nama manajemen PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat pihaknya haturkan permohonan maaf atas ketidaknyamanan pelayan yang diberikan. "Kembali, dengan pemeliharaan yang dilakukan dan konsekuensinya ada pemadaman sementara itu ujung-ujungnya agar nanti kualitas dan pasokan listrik terus dan maksimal serta handal. Dukungan dan perhatian semua pihak kami ucapkan terima kasih," kata dia.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA