Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Senin, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

PLN Jamin tak Ada Pemadaman Listrik Saat Pencoblosan

Kamis 10 Jan 2019 16:54 WIB

Red: Gita Amanda

Pemilu

Pemilu

Kalau terpaksa ada pemeliharaan PLN akan menyiapkan genset.

REPUBLIKA.CO.ID, GRESIK -- PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara (JBTN) menjamin tidak akan ada pemadaman listrik saat pemilihan presiden dan legislatif pada 17 April 2019 atau saat berlangsungnya pencoblosan. PLN memastikan ketersediaan listrik selama pesta demokrasi itu berlangsung.

Vice Presiden Organisasi Regional Jawa Bagian Timur Bali dan Nusa Tenggara (JBTN), Ari Wardhana di Gresik, Kamis (10/1), mengatakan listrik menjadi bagian penting saat dihelatnya pesta demokrasi tersebut. Sehingga dirinya juga berencana membuat tim siaga khusus saat moment itu.

"Kami ingin di saat pemilu nanti semua aman, dalam hal ini termasuk pasokan listrik yang handal, dan hal ini menjadi perhatian kami seperti peristiwa besar lain, yakni Natal dan Tahun Baru, serta saat ujian nasional," katanya.

Ari yang ditemui usai peresmian Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik itu mengatakan, kesiapan PLN menghadapi Pemilu akan dilakukan pada H-10. Mereka akan menempatkan sejumlah petugas siaga di beberapa UPT yang dianggap rawan terjadi pemadaman listrik.

Bentuk anstisipasi yang dilakukan PLN, antara lain pada saat pemungutan suara diminta tidak ada jadwal pemadaman di lokasi pemungutan suara, serta tidak melakukan pemeliharaan listrik. "Kalau seandainya terpaksa ada pemiliharaan, kami akan menyiapkan genset untuk mengatisipasi adanya pemadaman," katanya.

Ari mengatakan, kapasitas listrik yang dibutuhkan pada saat Pemilu tidak jauh berbeda dengan hari biasa. Namun yang lebih dibutuhkan pada saat pesta demokrasi tersebut ada pada sisi kehandalan.

General Manager PLN Unit Induk Jawa dan Bali, Soeroso mengatakan, personel PLN di lingkungannya juga akan disiapkan dalam piket siaga, dengan penambahan shift yang sebelumnya dua shift menjadi tiga shift. "Di setiap shiftnya, kami akan siagakan antara dua hingga tiga petugas atau tergantung kebutuhan, tujuannya untuk memantau kehandalan listrik selama berlangsungnya pencoblosan," katanya.

Sumber : antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA