Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Senin, 14 Syawwal 1440 / 17 Juni 2019

Investor Optimistis Indonesia Merupakan Pasar yang Aman

Rabu 12 Des 2018 06:06 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Maman Sudiaman

Direktur Operasional Far East Oman Overseas Oil and Gas (OOG), Ronny Rianto (kemeja putih) dan Presiden Direktur OOG Ltd, Khalfan Al Riyami (berjas).

Direktur Operasional Far East Oman Overseas Oil and Gas (OOG), Ronny Rianto (kemeja putih) dan Presiden Direktur OOG Ltd, Khalfan Al Riyami (berjas).

Foto: Republika/Maman Sudiaman
Oman dan Indonesia sama sama ingin berkembang dalam minyak dan gas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Operasional Far East Oman Overseas Oil and Gas (OOG), Ronny Rianto mengatakan salah satu alasan perusahaan migas Oman ikut serta dalam pembangunan Kilang Bontang karena melihat investasi di Indonesia masih potensial. 

"Nah, cuman kita yakin. Ini Indonesia tempat yang aman untuk berinvestasi," ujar Ronny hanya kepada Republika di Jakarta, Selasa (11/12).

Ronny tak menampik untuk bisa mencapai proses kesepakatan kerja sama dengan Pertamina bukan tanpa halangan. Proses tender yang dilalui dan proses negoisasi bisnis dengan Pertamina sudah dilakukan OOG sejak tiga tahun yang lalu. Namun, memang kata Ronny, perkembangan geo politik di Oman dan Indonesia saat ini menjadi warning bagi perusahaan untuk terus memantau dan mencari struktur funding yang paling optimal.

"Gak gampang juga bagi Oman sampai sini. Karena tekanan dari luar juga sangat besar," ujar Ronny.

Ia juga mengatakan meski OOG mengambil 100 persen seluruh investasi dalam Kilang Bontang bukanlah hal yang merugikan bagi perusahaan. Sebab, menurutnya, Oman dan Indonesia sama sama ingin berkembang dalam minyak dan gas. Keberadaan kilang merupakan salah satu komponen penting, apalagi Kilang Bontang digadang gadang akan menjadi kilang terbesar di Indonesia kelak dan langsung terintegrasi dengan industri Petrokimia.

"Kita juga investasi ini ingin sampai hilir di Petrokimia langsung. Karena Petrokimia itu baik. Karena kalau kita masuk kesana, bisa meningkatkan revenue kita," ujar Ronny.

Langkah investasi di kilang ini, kata pria asal kelahiran Solo ini, merupakan tahap awal untuk membuka kerja sama lainnya di sektor minyak dan gas kedepan. Ia berharap kerja sama ekonomi ini akan terus terjalin dengan baik. "Dengan kesepakatan ini kan akan terus ada penjajakan dan potensi produksi produksi yang lain. Tetapi memang kita berharap apa yang kita lakukan sekarang ini optimal. Benefitnya akan optimal buat kita dan Indonesia," ujar Ronny. 

Senada dengan Ronny, Direktur Malika Energy Recources Pte Lmt, Herry Tousa menyatakan proyek yang berlokasi Bontang bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan. Lebih lagi, kata pimpinan perusahaan yang menjadi mitra OOG di Bontang itu, ada kesesuaian antara pemerintah Oman dengan Indonesia sama-sama ingin memajukan pengembangan migas. "Termasuk dalam pengembangan usaha turunannya," ujarnya.

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA