Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Minggu, 21 Ramadhan 1440 / 26 Mei 2019

Kementerian ESDM Dorong Ekonomi Pedesaan Melalui EBT

Senin 10 Des 2018 18:16 WIB

Red: Nidia Zuraya

Energi Terbarukan

Energi Terbarukan

Foto: energy.gov
Lebih dari 900 pranata elektrifikasi EBT offgrid telah dipasang di desa tertinggal

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mendorong ekonomi pedesaan melalui pemanfaatan program implementasi energi baru dan terbarukan (EBT). Lewat cara ini diharapkan pemanfaatan EBT sebagai sumber energi alternatif di Indonesia bisa meningkat.

"Konsepnya dengan pemberdayaan melalui lintas kementerian ini, warga desa yang mendapat program bantuan listrik bisa mengembangkan ekonominya masing-masing," kata Direktur Bioenergi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Adrian Febi Misna di Jakarta, Senin (10/12).

Sejak 2011, Ditjen EBTKE telah memasang lebih dari 900 pranata elektrifikasi offgrid di wilayah dan desa tertinggal melalui program pendanaan khusus. Namun yang terjadi di lapangan, katanya melanjutkan, muncul masalah keberlanjutan karena warga desa tidak mampu mengelola dan merawat pranata yang diberikan tersebut.

"Masalahnya beragam, tapi garis besarnya karena kurang mampunya warga untuk merawat pranata karena dana yang kurang," ujar Febi.

Oleh karenanya Ditjen EBTKE serta sejumlah kementerian ingin mengupayakan sebuah cara agar warga desa bisa memanfaatkan kehadiran energi di wilayah mereka untuk mengembangkan potensi ekonomi. Jika ekonomi sudah bisa berkembang, maka desa juga bisa mengelola aset elektrifikasi mereka sehingga bisa digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama.

Berdasarkan temuan Ditjen EBTKE di lokasi, perangkat elektrifikasi yang diberikan kebanyakan telah rusak atau dibiarkan tidak terurus karena warga tidak memiliki biaya untuk melakukan perawatan. "Kita harap dengan koordinasi antar-instansi ini bisa menyelesaikan masalah tersebut, warga secara swadaya punya kemampuan untuk membayar perawatan dan selanjutnya lebih mudah mengembangkan ekonomi mereka," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA