Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Impor Oktober Naik 20 Persen

Kamis 15 Nov 2018 17:14 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Dwi Murdaningsih

Aktivitas ekspor impor (ilustrasi).

Aktivitas ekspor impor (ilustrasi).

Foto: bea cukai
Secara kumulatif, impor Januari hingga Oktober 2018 mencapai 156,4 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kinerja impor Indonesia pada Oktober 2018 mencapai 17,62 miliar dolar AS atau naik 20,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Jika dibandingkan tahun ke tahun terjadi peningkatan impor sebesar 23,66 persen.

Impor Oktober 2018 lebih tinggi dibandingkan impor pada Oktober 2017 yang sebesar 14,25 miliar dolar AS dan Oktober 2016 yang sebesar 11,51 miliar dolar AS.

"Kalau berdasarkan tren di tahun sebelumnya, impor November akan meningkat dan Desember akan melandai. Tentu kita berharap impor bisa lebih dikendalikan ke depannya," kata Suhariyanto.

BPS: Neraca Perdagangan Indonesia Kembali Defisit

Suhariyanto memerinci, impor migas naik 26,97 persen (mtm) menjadi 2,91 miliar dolar AS. Hal ini didorong oleh impor minyak mentah sebesar 878,4 juta dolar AS atau tumbuh 23,72 persen (mtm), impor hasil minyak 1,7 miliar dolar AS atau tumbuh 30,46 persen (mtm), dan impor gas 311,2 juta dolar AS atau tumbuh 18,28 persen (mtm).

Sementara, berdasarkan penggunaan barang impor barang konsumsi pada Oktober 2018 mencapai 1,5 miliar dolar AS atau tumbuh 13,28 persen (mtm) dan 20,04 persen (yoy). Kemudian, impor bahan baku mencapai 13,37 miliar dolar AS atau tumbuh 22,59 persen (mtm) dan 23,1 persen (yoy). Impor barang modal mencapai 2,75 miliar dolar AS atau tumbuh 15,57 persen (mtm) dan 28,58 persen (yoy).

Porsi impor bahan baku masih mendominasi sebesar 75,85 persen dari total impor Oktober 2018. Kemudian, porsi impor barang modal sebesar 15,63 persen dan impor konsumsi sebesar 8,52 persen.

Secara kumulatif, impor Januari hingga Oktober 2018 mencapai 156,4 miliar dolar AS atau naik 23,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA