Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Produsen Mobil Jerman Siap Saingi Tesla

Senin 24 Sep 2018 08:30 WIB

Red: Friska Yolanda

Mobil listrik Tesla yang terparkir didepan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/7).

Mobil listrik Tesla yang terparkir didepan Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (3/7).

Foto: Republika/Prayogi
Ditargetkan, mobil listrik mencapai satu dari tiga penjualan pada 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Produsen-produsen mobil mewah asal Jerman siap bersaing melawan Tesla di pasar kendaraan listrik dengan meluncurkan mobil nol emisi. Mercedes-Benz Daimler, BMW dan Volkswagen Audi and Porsche telah memperkenalkan kendaraan SUV listrik pertama mereka dan dijadwalkan akan dirilis selama dua tahun ke depan. 

"Akhirnya, sudah mulai!" ucap Pakar industri otomotif Ferdinand Dudenhoeffer, dikutip dari AFP, akhir pekan lalu.

Mercedes-Benz mengeluarkan mobil listrik EQC, sedangkan Audi meluncurkan E-Tron. BMW juga telah menghadirkan iNext, sementara Porsche memiliki coupe listrik bernama Mission E.

Asosiasi industri VDA mengatakan secara total, produsen mobil asal Jerman telah berjanji berinvestasi hampir 46,7 miliar dolar AS untuk kendaraan bertenaga baterai dalam tiga tahun mendatang. Dengan pangsa pasar sekitar delapan persen di Jerman, Audi berharap mobil listrik akan mencapai sekitar satu dari tiga penjualan pada tahun 2025.

Waktu semakin mendesak, karena penjualan kendaraan bermesin diesel yang sudah lama tumbuh, telah jatuh di hadapan rencana-rencana oleh banyak kota besar untuk menurunkan polusi udara.

Masuknya tiga raksasa Jerman ke dalam persaingan kendaraan listrik jauh lebih penting untuk Tesla dibandingkan dengan ikan yang lebih kecil seperti produsen mobil asal Inggris Jaguar, dengan I-PACE. Tesla sendiri saat ini tengah menghadapi rintangan besar, berjuang untuk membendung kerugian yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, sambil mencoba meyakinkan investor dan pelanggan terhadap kesehatan mental CEO-nya, Elon Musk. 

Dalam sebuah wawancara dengan New York Time pada Agustus lalu, Musk mengungkapkan dirinya sedang menderita stres dan kelelahan yang hebat. Pria 47 tahun itu juga kedapatan meminum wisky dan merokok marijuana.

Pada Selasa, Tesla menyatakan Departemen Kehakiman AS sedang melakukan penyelidikan atas cicitan Musk melalui akun Twitter miliknya yang mengumumkan rencana untuk menghapus sahamnya. Juga di Twitter baru-baru ini, ia mengatakan bahwa Tesla sedang berada dalam situasi 'neraka pengiriman logistik'.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA