Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

Monday, 17 Sya'ban 1440 / 22 April 2019

E-Commerce Percepat UMKM Naik Kelas

Kamis 02 Aug 2018 15:10 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda

Pelaku UMKM menjajakan produk dari bahan organik saat acara Pasar Seton atau Pasar Sabtu di Kedai Animalika, Jl Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/5).

Pelaku UMKM menjajakan produk dari bahan organik saat acara Pasar Seton atau Pasar Sabtu di Kedai Animalika, Jl Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (5/5).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Pemanfaatan niaga elektronik akan percuma bila sisi hulu tidak diperhatikan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURAKARTA -- Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) mendorong pelaku usaha Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) memanfaatkan niaga elektronik atau e-commerce sebagai sarana pemasaran produknya. 

"Dengan e-commerce, kita sama saja dengan membuka cabang di banyak tempat sekaligus, jadi lebih efisien dan praktis," ujar Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kemenkop UKM Herustiati saat memberikan sambutan sekaligus membuka Bimbingan Penerapan E-Commerce Pemasaran Produk KUMKM, di Surakarta, Kamis (2/8).

Bimbingan penerapan e-commerce ini diikuti 100 pelaku KUMKM di Surakarta, Jawa Tengah. Selain pelatihan niaga elektronik, mereka juga dibimbing untuk mampu mengembangan desain produk kriya KUMKM.

"Ini menunjukkan e-commerce sudah menjadi kebutuhan pelaku KUMKM dalam mengembangkan usahanya, tinggal bagaimana kita meningkatkan kapasitas SDM para pelaku UMKM ini khususnya di e-commerce ini," katanya.

Baca juga, Fintech Jembatani Kesenjangan Akses Keuangan UMKM

Meski penetrasi pemasaran melalui perdagangan elektronik ini sangat penting, pelaku KUMKM diminta juga memperhatikan sisi hulunya, dalam hal ini proses produksi. Sebab, penjualan melalui niaga elektronik ini akan percuma jika pelaku KUMKM  tidak menjaga kualitas produk jualannya.

Herustiati menambahkan, saat ini UMKM yang sudah go online mencapai 4 juta pelaku atau masih setengah dari target pemerintah, delapan juta UMKM go online pada 2019. Ia optimistis jika semua pihak melakukan kerja bareng dalam mengangkat UMKM untuk online, target itu akan tercapai.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Surakarta Nur Haryani mengatakan, pelaku KUMKM Kota Surakarta membutuhkan jejaring pasar yang lebih luas dan itu bisa didapatkan di e-commerce. Menurutnya, Surakarta memiliki sekitar 3.000 jenis produk UMKM tapi belum seluruhnya menggunakan e-commerce.

"Mungkin baru 40 persen saja yang sudah go online, namun pelaku UMKM disini sudah merasa e-commerce merupakan suatu kebutuhan," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA