Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tingkat Kemiskinan di Indonesia Turun ke Level Satu Digit

Senin 16 Jul 2018 13:30 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Nidia Zuraya

Warga miskin.

Warga miskin.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih tinggi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tingkat kemiskinan Indonesia berhasil mencapai 9,82 persen pada Maret 2018 atau turun 0,3 persen poin dari 10,12 persen pada September 2017. Tingkat kemiskinan juga turun jika dibandingkan dengan Maret 2017 yang sebesar 10,64 persen.

"Jumlah penduduk miskin pada Maret 2018 sebesar 25,95 juta orang. Turun 0,63 juta orang dibandingkan September 2017 yang sebesar 26,58 juta orang," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/7).

Meski terjadi penurunan kemiskinan, Suhariyanto menyebut disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih tinggi. Ia menjelaskan, tingkat kemiskinan di kota adalah 7,02 persen pada Maret 2018.

Sementara, di desa adalah 13,2 persen pada Maret 2018. Sejumlah faktor mempengaruhi tingkat kemiskinan di Indonesia sejak September 2017 hingga Maret 2018.

Suhariyanto menyebut, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk rumah tangga yang berada di 40 persen lapisan terbawah selama periode tersebut tumbuh 3,06 persen kendati inflasi umum sebesar 1,92 persen. Selain itu, bantuan sosial tunai dari pemerintah tumbuh 87,6 persen pada kuartal pertama 2018 atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 3,4 persen.

Selama September 2017 hingga Maret 2018, garis kemiskinan naik sebesar 3,63 persen dari Rp 387.160 per kapita per bulan menjadi Rp 401.220 per kapita per bulan. "Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan," kata Suhariyanto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA