Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Sunday, 21 Ramadhan 1440 / 26 May 2019

Pasokan Beras Bulog Indramayu Seret

Jumat 13 Jul 2018 16:09 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Seorang pekerja mengangkut karung beras saat melakukan bongkar muat di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/7).

Seorang pekerja mengangkut karung beras saat melakukan bongkar muat di Gudang Bulog Baru Cisaranten Kidul Sub Divre Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/7).

Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Harga gabah yang tinggi menurukan pasokan Bulog.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU –- Harga gabah di tingkat petani di Kabupaten Indramayu, tinggi. Kondisi tersebut mempengaruhi pasokan beras untuk Bulog Sub Divre Indramayu.

Di sejumlah sentra beras di Kabupaten Indramayu, harga gabah kering panen (GKP) hasil musim panen gadu 2018 di tingkat petani mencapai Rp 5.000 per kg. Bahkan untuk kualitas super, harga GKP bisa mencapai Rp 5.400 per kg.

 

Sedangkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk GKP, hanya Rp 4.070 per kg. Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga di tingkat petani.

‘’Sebenarnya setiap hari tetap ada saja beras yang masuk. Hanya volumenya saja yang berkurang,’’ ujar Kepala Bulog Indramayu, Anwar Kurniawan, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/7).

Anwar mencontohkan, beras yang masuk ke Bulog biasanya 120 ton per hari. Namun akibat tingginya harga gabah di tingkat petani, jumlah beras yang masuk jadi berkurang.

Secara keseluruhan, target prognosa beras Bulog Indramayu pada tahun ini mencapai 84 ribu ton setara beras. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini baru terpenuhi 25.900 ton.

Anwar pun memaklumi, sesuai hukum ekonomi, petani akan memilih menjual harga gabahnya dengan nilai yang lebih tinggi. Karena itu, dia mempersilakan petani untuk menikmati tingginya harga itu. "Saat harga turun, Bulog wajib membeli. Saat harga tinggi, petani silakan menikmati,’’ kata Anwar.

Meski demikian, Anwar tetap optimis bisa mencapai target prognosa tersebut. Apalagi, sebanyak 48 mitra Bulog Indramayu selama ini terus berusaha memasok beras untuk Bulog.

Menurut Anwar, para mitra Bulog pun tidak membatasi pencarian gabah hanya dari wilayah Indramayu saja. Saat harga gabah di Indramayu tinggi, mereka akan mencari gabah ke daerah-daerah lain yang harganya lebih murah.

Anwar pun sudah mengimbau para mitranya untuk bekerja bersama-sama memenuhi target prognosa. Apalagi, beras yang diserap oleh Bulog nantinya akan menjadi beras cadangan saat terjadi masa paceklik maupun saat harga beras di pasaran tinggi.

"Kalau kenaikan harga di pasaran sudah lebih dari sepuluh persen, kita langsung gelar operasi pasar untuk menstabilkannya kembali,’’ kata Anwar.

Sementara itu, Sekretaris Paguyuban Mitra Kerja Bulog Indramayu, Ahmad Nawawi, mengakui tingginya harga gabah di tingkat petani saat ini. Hal itu pun membuat keuntungan yang diperoleh para mitra jadi menurun. "Tapi kalau minta harga murah ke petani juga tidak elok. Ya yang penting jalan saja,’’ tutur Nawawi.

Nawawi mengakui, Bulog sudah meminta para mitra kerja untuk menyerap beras sebanyak-banyaknya. Bulog pun berjanji akan memperbaiki pelayanan kepada para mitra.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA