Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Tuesday, 4 Zulqaidah 1439 / 17 July 2018

Koperasi Pemutus Mata Rantai Kesenjangan Sosial

Rabu 11 July 2018 12:10 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Ketua Umum MUI KH Maruf Amin

Ketua Umum MUI KH Maruf Amin

Foto: Republika/ Wihdan
Dengan koperasi maka perekonomian Indonesia tidak akan mudah digoyahkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin menilai koperasi potensial menjalankan peran pemutus mata rantai kesenjangan sosial dan pendapatan di kalangan masyarakat. Ma'ruf ingin masyarakat turut serta mendukung pemerintah untuk terus menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional.

"Koperasi merupakan wadah kelembagaan yang cocok untuk pemberdayaan, maka saya menyarankan agar dibentuklah koperasi ini untuk menindaklanjuti upaya menghilanhkan kesenjangan, pemberdayaan ekonomi umat," kata Ma'ruf Amin, Rabu (11/7).

Ia mendorong koperasi di Indonesia semakin meningkatkan kualitasnya. Ini sejalan dengan program pemerintah yakni Kementerian Koperasi dan UKM yang berupaya untuk meningkatkan kualitas koperasi. Menurut dia, dengan koperasi maka perekonomian Indonesia tidak akan mudah digoyahkan oleh pengaruh eksternal ekonomi global.

"Dengan kuatnya ekonomi umat melalui koperasi, perekonomian kita tidak akan mudah dipengaruhi kondisi pasar global yang tidak menentu," katanya.

Sementara itu, wartawan dan presenter televisi Andy F. Noya yang mengaku semula ragu koperasi mampu mengambil peran di era digital justru kini semakin meyakini koperasi sangat potensial. Ia juga berpendapat bahwa bentuk koperasi adalah salah satu pilihan yang menarik.

"Dan saya pribadi sekarang mulai tertarik pada koperasi karena saya ingin tinggal di desa dimana desa ini saya yakini bisa bergerak ekonominya berdasarkan konsep koperasi," katanya.

Kata dia, koperasi sekarang bukan cuma menghimpun uang-uang kecil tapi bahkan ada koperasi sekarang dengan perputaran sampai Rp 5 triliun. Andy berharap koperasi di usianya yang ke-71 tahun ini bisa semakin bermanfaat untuk rakyat di Tanah Air.

"Banyak pertanyaan mengenai posisi koperasi di era digital di era milenium yang sering saya terima. Tetapi setelah berkomunikasi atau sering berkomunikasi dengan Menteri Koperasi dan UKM, saya melihat bagaimana peran koperasi di era kekinian, jadi saya tadinya ragu tapi sekarang saya melihat peran koperasi terhadap zaman bisa menjadi tumpuan terutama bagi anak-anak muda, bagi UKM, bagi mereka yang ingin memulai usaha," katanya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES