Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Pengamat: Wapres Jokowi Sebaiknya Paham Ekonomi

Rabu 11 Juli 2018 07:11 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Foto: EPA/Mick Tsikas
Masalah ekonomi akan menjadi tantangan ke depan.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Pengamat politik asal Universitas Airlangga Surabaya, Airlangga Pribadi, menyarankan calon wakil presiden yang akan mendampingi Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019 berasal dari sosok teknokrat independen yang memahami ekonomi.  Masalah ekonomi dinilai akan menjadi topik bahasan cukup hangat ke depan.  

"Pemahaman ekonominya secara lengkap, teruji dan bervisi kerakyatan," ujarnya di sela-sela diskusi "Diskursus Ekonomi Kerakyatan dan Pilpres 2019" yang diselenggarakan oleh Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI) di Surabaya, Selasa (11/7).   

Baca juga, Kiai Ma'ruf Direkomendasikan Jadi Bakal Cawapres Jokowi.

Figur yang menggambarkan kriteria tersebut, kata dia, antara lain terdapat pada diri Menko Perekonomian Darmin Nasution serta Gubernur Jawa Timur Soekarwo.     Menurut dia, Darmin Nasution merupakan sosok ekonom yang lengkap, berkarakter, otonom dan memiliki program ekonomi bervisi jangka panjang Jokowi. Di antaranya  visi pembangunan infrastruktur yang akan diperkuat dengan kebijakan ekonomi inklusif berorientasi pemerataan.   

"Seperti halnya reforma agraria dan bantuan kesehatan serta pendidikan," ucap dosen Fisip Unair tersebut.   

Selain Darmin, kriteria sama juga ditemukan pada Soekarwo yang dinilainya cukup baik membangun Jawa Timur dalam tata kelola pemerintahan dan ekonomi kerakyatan.     Doktor lulusan Murdoch University, Perth, Australia tersebut menilai Indonesia saat ini dan lima tahun ke depan isunya adalah ekonomi.   

Hal sama disampaikan pembicara lainnya, pengajar ekonomi Universitas Airlangga, Gigih Prihantono yang mengatakan tantangan bangsa Indonesia secara khusus adalah situasi ekonomi dunia dan ketimpangan sosial.   

"Penting bagi bangsa ini untuk melihat bahwa stagnasi ekonomi sekarang harus dijawab dengan sebuah formula kebijakan dan proyeksi kepemimpinan yang paham bagaimana menjaga dan memajukan ekonomi nasional," katanya.   

Sementara itu, Ketua LEMI Kota Surabaya Dimas Kholilur Rahman berharap diskursus politik nasional jangan hanya didominasi oleh isu politik identitas dan pertarungan antarkekuatan.    Ia berharap isu ekonomi kembali menjadi sentral pertimbangan dan pilihan-pilihan kebijakan khususnya untuk Pemilihan Presiden 2019

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA