Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Sunday, 13 Syawwal 1440 / 16 June 2019

Tanri: Kunjungan Mahathir Diharapkan Tingkatkan Investasi

Jumat 29 Jun 2018 15:45 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nidia Zuraya

Presiden Kunjungan PM Malaysia. Presiden Joko Widodo (kiri) bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad usai menanam pohon saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).

Presiden Kunjungan PM Malaysia. Presiden Joko Widodo (kiri) bersama PM Malaysia Mahathir Mohamad usai menanam pohon saat kunjungan kenegaraan di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (29/6).

Foto: Republika/ Wihdan
Total nilai perdagangan Indonesia-Malaysia mencapai Rp 255,8 triliun pada 2017

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melakukan kunjungan resmi ke Indonesia. Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan landasan baru bagi kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama di berbagai bidang.

"Tujuan utama pertemuan hari ini adalah untuk membahas peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara," kata Ketua Indonesia-Malaysia Business Council (IMBC) Tanri Abeng di Jakarta, Jumat (29/6).

Tanri Abeng mengatakan, pertemuan akan membahas investasi Malaysia di Indonesia yang saat ini masih berjalan serta peningkatan investasi Indonesia di Malaysia. Dia menambahkan, pertemuan juga akan mendiskusikan aliansi kedua negara untuk perdagangan di Indonesia dan Malaysia serta mancanegara.

Total nilai perdagangan kedua negara mencapai Rp 255,8 triliun pada 2017 atau meningkat sebesar 22 persen dibandingkan tahun 2016. Nilai tersebut menjadikan Indonesia sebagai rekan dagang ketujuh bagi Malaysia secara global dan ketiga tersesar dalam lingkup ASEAN setelah Singapura dan Thailand.

Sementara, ini menjadi kunjungan pertama bagi Mahathir ke Asia Tenggara setelah terpilih kembali sebagai Perdana Menteri Malaysia 10 Mei lalu. Mahathir berada di Indonesia pada 28 hingga 29 juni.

Usai mendarat di Jakarta, Mahathir lebih dulu menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pertemuan itu, Mahathir membahas perlunya mencari sikap bersama guna menghadapi Uni Eropa mengenai produk-produk kelapa sawit. Sementara Presiden Jokowi, membicarakan mengenai perlindungan terhadap TKI di Malaysia dan berbagai hal lain.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA