Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Monday, 14 Syawwal 1440 / 17 June 2019

Laporan: Huawei Sponsori Perjalanan Politisi Australia

Rabu 27 Jun 2018 07:55 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Huawei

Huawei

Politisi Australia yang disponsori oleh Huawei di antaranya Menlu Julie Bishop.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Perusahaan teknologi global Huawei menjadi perusahaan yang paling banyak mensponsori perjalanan politisi Australia ke luar negeri. Berdasarkan hasil riset dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI), Huawei telah mensponsori 12 perjalanan politisi federal Australia ke kantor pusat perusahaan di Shenzhen, termasuk membayarkan penerbangan kelas bisnis, dan akomodasi antara 2010 hingga 2018.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (27/6), politisi Australia yang disponsori oleh Huawei di antaranya Menteri Luar Negeri Julie Bishop, Menteri Perdagangan Steve Ciobo, dan mantan Menteri Perdagangan Andrew Robb. ASPI menemukan, Huwawei telah menyumbang 12 dari 55 perjalanan dinas politisi federal Australia yang disponsori oleh perusahaan.

Sementara itu, perusahaan tambang bijih besi Fortescue Metals Group menjadi perusahaan sponsor perjalanan politisi federal Australia yang terbesar kedua. Berdasarkan data ASPI, perusahaan ini telah membayar lima perjalanan dinas politisi Australia. Sementara itu, sponsor non-korporasi terbesar yakni Jewish Affairs Council yang menjadi sponsor untuk 44 perjalanan dinas.

Baca juga,  Huawei Luncurkan Honor 10 dengan AI Camera Selfie.

Juru bicara Huwawei di Australia, Jeremy Mitchell membantah bahwa Huwawei menjadi sponsor perjalanan dinas untuk politisi Australia. Menurutnya, perusahaan tidak akan melakukan sesuatu yang dinilai tidak pantas.

"Kami secara terbuka mengundang media, pelaku bisnis dan politisi untuk mengunjungi kami dan memahami kami lebih baik," ujar Mitchell kepada Australian Broadcasting Corp (ABC).

Diketahui, saat ini pemerintah tengah memperdebatkan apakah raksasa telekomunikasi China itu diizinkan untuk menyediakan peralatan jaringan telekomunikasi 5G Australia. Beberapa politisi mendesak agar perusahaan itu dilarang dengan alasan masalah keamanan nasional Australia.

Keputusan tentang pelarangan perusahaan tertentu dari jaringan 5G diperkirakan akan dibuat oleh Komite Keamanan Nasional Kabinet dalam beberapa minggu ke depan.

Huawei adalah salah satu penyedia peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan penyedia smartphone terbesar ketiga, setelah Samsung dan Apple. Namun, perusahaan ini terus menjadi sasaran kritik terkait hubungannya dengan Pemerintah Cina, termasuk tuduhan bahwa pihaknya terlibat dalam spionase yang disponsori negara. Pada 2012, Huawei dilarang terlibat dalam Jaringan Broadband Nasional Australia (NBN) atas saran dari badan intelijen Australian Security Intelligence Organization (ASIO).

"5G akan menjadi salah satu bagian terpenting infrastruktur ekonomi abad ke-21. Ada kekhawatiran yang nyata terkait keamanan nasional soal partisipasi Huawei," ujar Fergus Hanson dari Australian Strategic Policy Institute (ASPI).

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA