Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

6.300 Penumpang Kereta Diprediksi Banjiri Malang

Rabu 20 Jun 2018 15:41 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Esthi Maharani

Suasana Stasiun Kota Baru Malang, Rabu (20/6).

Suasana Stasiun Kota Baru Malang, Rabu (20/6).

Foto: Republika/Wilda Fizriyani
Arus balik terjadi pada Selasa (19/6) dengan 6.600 penumpang tiba di Malang

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Sebanyak 6.300 penumpang diprediksi akan tiba pada Rabu (20/6) di Stasiun Kota Baru Malang. Jumlah ini diprediksi dapat berkurang maupun sebaliknya hingga malam nanti.

"Asal mereka merata dari mana-mana," kata Kepala Stasiun Kota Baru Malang, Arief Nugroho saat ditemui wartawan di Stasiun Kota Baru Malang, Rabu (20/6).

Menurut Arief, puncak arus balik justru terjadi pada Selasa kemarin (19/6). Di hari tersebut setidaknya terdapat 6.600 penumpang tiba di Malang. Sementara angka tertinggi terjadi pada Senin (18/6) dengan jumlah kedatangan sekitar 6.700 penumpang.

Adapun mengenai keberangkatan, Arief menyebutkan, sebanyak 5.500 penumpang terdata di Stasiun Kota Baru Malang. "Sementara hari ini diprediksi 5.400 penumpang berangkat dari sini. Ini angkanya nanti bisa nambah juga kurang saat malam hari," jelasnya.

Setiap harinya, kata Arief, stasiun mengoperasikan 13 perjalanan kereta jarak jauh. Jumlah ini termasuk dua kereta tambahan selama lebaran dan Ramadhan, yakni Gajayana dan Matarmaja. Kemudian termasuk juga di dalamnya kereta Tawang Alun yang berangkat dari Kota Lama, Malang.

Sementara itu, jalur tol Pandaan-Malang seksi tiga dari Sumberwuni ke Karanglo belum bisa dipakai untuk arus balik mudik 2018. Padahal sebelumnya telah direncanakan akan membuka arus balik bagi para pemudik dari arah Karanglo ke Sumberwuni.

Koordinator Lapangan (Korlap) Pos Tol Karanglo, M Jazuli tak menampik sebelumnya pihak Jasa Marga berencana membuka arus balik. Namun sayangnya rencana tersebut tidak dapat direalisasi karena sejumlah faktor.  "Rencana awal sebelum pelaksanaan pembukaan tol, kita menyediakan arus mudik dan juga arus balik," kata Jazuli saat ditemui wartawan di Pos Tol Karanglo Malang, Selasa (19/6).

Seperti diketahui, dua dari enam seksi tol telah dibuka secara fungsional sejak 8 sampai 24 Juni 2018. Kedua seksi tersebut, yakni jalur Pandaan - Lemahbang dan Sumberwuni - Karanglo. Berbeda dengan seksi 1, seksi 3 yang menyediakan jalur Sumberwuni - Karanglo tidak menyiapkan arus balik.

"Kalau di Lemahbang - Pandaan itu sekarang kalau pagi arus mudik, sedangkan sore sudah arus balik," jelas Jazuli.

Jazuli mengatakan, kondisi lapangan membuat tol seksi 3 tidak bisa menjalankan arus balik. Hal ini terlihat dari jalur masuk dari Karanglo ke Sumberwuni yang persimpangannya agak susah dilalui. Jika dipaksa dibuka, Jasa Marga dan kepolisian setempat khawatir akan menambah volume kemacetan.

Di sisi lain, tol fungsional saat ini juga tidak bisa dibuka pada malam hari. Hal ini dikarenakan masalah sarana dan prasarana yang belum memadai. Tol seksi 1 maupun 3 masih belum memiliki penerangan dan kekurangan marka jalan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA